Pasien Kesulitan Peroleh Obat

Pasien penderita diabetes di Kabupaten Aceh Jaya mengeluh sulitnya memperoleh obat insulin

Pasien Kesulitan Peroleh Obat

* Khususnya untuk Pasien Diabetes

CALANG - Pasien penderita diabetes di Kabupaten Aceh Jaya mengeluh sulitnya memperoleh obat insulin. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir ini.

“Untuk satu bulan kita diberikan tiga resep oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, satu resep untuk mengambil satu obat insulin yang ada di rumah sakit. Sedangkan dua resep lagi disuruh mengambil obat di salah satu apotek di luar RSUD tersebut, namun yang kita sayangkan obat yang hendak kita peroleh tidak tersedia di apotek yang dirujuk dokter, sedangkan obat tersebut telah dibayar oleh BPJS, tetapi mengapa tidak ada,” sesal keluarga pasien Yusrizal Usman, yang juga mantan ketua KIP Aceh Jaya kepada Serambi, Senin (7/5).

Dia sebutkan istrinya yang menderita diabetes harus mengonsumsi insulin setiap hari. Pihaknya menyayangkan dokter dan rumah sakit yang menyuruh mengambil obat pada apotek yang tidak tersedia obat tersebut.

“Kita merasa sangat kecewa dengan pelayanan yang kurang jelas itu, sebab obat yang dibutuhkan oleh penderita bukan main-main, kita setiap hari wajib menyuntiknya untuk seumur hidup,” katanya.

Pihaknya mengharapkan kepada pemerintah Aceh Jaya untuk memperhatiakan hal tersebut, sebab akan banyak masyarakat yang kecewa dengan kondisi seperti itu.

Sementara itu Direktur RSUD Teuku Umar Aceh Jaya dr Suriadi yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (8/5) mengatakan, bahwa terkait dengan ketidaktersediaan obat di apotek yang dibutuhkan oleh pasien diabetes tidak ada kaitannya dengan rumah sakit.

“Kalau tidak ada obat di apotek yang dibutuhkan oleh pasien diabetes, kemungkinan belum dibayar oleh pihak BPJS, sehingga pihak apotek tidak bisa membeli obat tersebut,” kata dr Suriadi.

Sementara itu Tati Rahmawati selaku Kasie Pelayanan Medis pada RSUD Teuku Umar yang dikonfirmasi Serambi menjelaskan sejauh ini persediaan insulin di rumah sakit tersebut cukup.

“Sejauh ini insulin di rumah sakit Umum Teuku Umar Calang ready, selalu ada tidak pernah putus,” jelasnya. Dia katakan terkait dengan ketidaktersediaan obat itu pihak apotek, maka selayaknya pihak apotek sendiri yang lebih berhak untuk menjelaskannya. Sebab pihak BPJS bekerja sama langsung dengan pihak apotek.

Dijelaskannya, BPJS membagi pasien yang stabil dan yang tidak stabil. Untuk yang tidak stabil masih ditangani di rumah sakit, sedangkan yang sudah stabil dikembalikan ke Puskesmas menggunakankan obat dari Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Ia menambahkan program tersebut memberi obat selama satu bulan untuk pasien diabetes. Untuk tujuh hari pengambilan obat di rumah sakit, sedangkan untuk 23 tiga hari lagi pengambilan obat di apotek yang bekerja sama dengan BPJS.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved