Tafakur

Politik Hawa Nafsu

Rasulullah SAW telah memberi contoh bagaimana berpolitik yang benar. Yang senantiasa ditanamkan

Politik Hawa Nafsu

Oleh: Jarjani Usman

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah” (QS. Shad: 26).

Rasulullah SAW telah memberi contoh bagaimana berpolitik yang benar. Yang senantiasa ditanamkan kepada rakyatnya adalah kebenaran, kejujuran, keteladanan, persatuan umat, ukhuwah, dan lain-lain. Berbeda dengan politik orang-orang yang mengutamakan hawa nafsu, yang gemar menanam benih-benih kehancuran di kalangan umat.

Politik orang-orang yang mengutamakan hawa nafsu akan selalu memperjuangkan keinginan-keinginan nafsunya yang tak habis-habisnya. Segala yang berlawanan dengan hawa nafsu akan ditentang habis-habisan hingga ke akar-akarnya, tak peduli keadaan umat yang terabaikan dan terpecah-belah. Selalu dicari isu-isu yang menarik, terutama menjelang pemilihan umum, agar dianggap punya banyak agenda penting untuk umat. Padahal jika memang benar-benar punya kepedulian terhadap umat, akan terukur dari tingkat kemakmuran yang diraih umat.

Kalau keadaan umat semakin memperihatinkan akibat kurang perhatian, orang-orang yang benar-benar mencontoh politik Rasulullah akan merasa sangat malu. Akan sangat malu menggunakan fasilitas-fasilitas mewah, mulai dari Mobil mewah, rumah megah, gaji berkali lipat, dan hingga program-program penambah pundi-pundi uang pribadi, di saat umat menderita kemiskinan yang semakin parah. Sebab, itu pertanda ketidakmampuan dan ketidakmauan berjuang untuk umat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help