Remy Silado Nyatakan Penyairlah Penjaga Gawang Bahasa Indonesia

"Penjaga gawang bahasa itu adalah penyair," kata Remy Silado yang pernah mendirikan majalah "Aktuil" di Bandung,

Remy Silado Nyatakan Penyairlah Penjaga Gawang Bahasa Indonesia
ist
Penyair Fikar W Eda bersama Remy Silado di forum "Sastra Reboan" Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta, Rabu (10/5/2018) malam. 

Laporan Fikar W Eda |  Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Penjaga gawang bahasa Indonesia itu adalah penyair. Bukan sarjana bahasa, karena itu penyair layak mendapat penghargaan.

Sastrawan Remy Silado mengatakan hal itu saat berbicara dalam perayaan "10 Tahun Sastra Reboan" di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta, Rabu (10/5/2018) malam.

"Sastra Reboan" adalah forum apresiasi sastra yang diselenggarakan tiap Rabu malam setiap bulan. Digagas oleh sejumlah sastrawan untuk memberi ruang apresiasi sastra.

Baca: Puluhan Penyair Hadir di Gedung MPR, Baca Puisi Tolak Korupsi

Sastrawan Remy Silado yang telah menulis banyak novel, puisi, naskah drama mengatakan, penyair dengan kemampuannya menggunakan bahasa terpilih dalam karya puisinya.

"Penjaga gawang bahasa itu adalah penyair," kata Remy Silado yang pernah mendirikan majalah "Aktuil" di Bandung dan mempopulerkan "Puisi Mbling."

Puisi esai

Diskusi dipandu penyair Zabidi Zay Lawalangit, Remy Silado dalam kesempatan itu menyatakan tidak tertarik dengan puisi esai yang sempat heboh beberapa watu lalu.

"Saya orang yang tidak tertarik dengan puisi esai," tukas Remy saat dimintai tanggapan oleh Zay Lawalangit tentang heboh puisi esai.

Baca: Penyair Fikar W Eda Baca Puisi Sepiring Mie Aceh, Secangkir Kopi Gayo di Taman Budaya

Remy mengaku pernah diminta menulis pengantar puisi esai. Tapi ia tolak.

Menurutnya, puisinya jelek.

"Saya tidak suka dan tidak berkenan," katanya mengenai alasan tidak bersedia menulis pengantar.

"Maaf jika di antara kalian ada yang suka puisi esai, saya termasuk yang paling tidak tertarik pada puisi esai,” tukasnya lagi.

Menurutnya kalau mau baca esai yang puitis, baca saja "Catatan Pinggir" Goenawan Mohamad yang memberi kekayaan spiritual dan intelektual. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved