Mihrab

Banyak Muslim Masih Ragu dengan Ajaran Islam

DI antara penyakit yang paling berbahaya bagi seorang muslim adalah ragu kepada Islam

Banyak Muslim Masih Ragu dengan Ajaran Islam
TIGA orang muallaf asal Malaysia, Bro Azley Stanley, Bro Fadhli Burhan dan Bro Ben Ooi saat mengisi pengajian KWPSI, Rabu (9/5) malam. 

DI antara penyakit yang paling berbahaya bagi seorang muslim adalah ragu kepada Islam. Penyakit ini membuat seseorang begitu mudah meninggalkan perintah Allah SWT, tapi sebaliknya mengerjakan apa yang dilarang.

Salah satu penyebabnya adalah karena mayoritas yang beragama Islam saat ini karena faktor keturunan atau menganut Islam yang diturunkan dari kedua orangnya. Kemudian diperparah lagi dengan keengganan untuk mendalami dan mempelajari tentang ajaran Islam yang menjadi pilihan hidupnya.

Demikian antara lain disampaikan Tgk. H Umar Rafsanjani Lc MA (Pimpinan Dayah Mini Alue Naga, Banda Aceh) saat mengisi pengajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (9/5) malam.

Pada kesempatan tersebut, Tgk Umar didampingi tiga orang muallaf asal Malaysia yang baru beberapa bulan dan tahun lalu masuk Islam yaitu, Ben Ooi, Fadhli Burhan, dan Azley Stanley. Ketiganya, melakukan serangkaian kunjungan dan dakwah di Banda Aceh dan Aceh Besar pada 6 - 10 Mei 2018.

“Dalam Alquran dengan jelas telah ditegaskan, sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tapi kita melihat sejauh ini banyak umat Islam ragu dan tidak sepenuhnya yakin pada agamanya, karena masih enggan menjalankan amal ibadah yang telah diperintahkan oleh Allah,” ujar Tgk. Umar Rafsanjani.

Dijelaskannya, hari ini dimana-mana terlihat ketidakseriusan umat Islam menjalankan perintah Allah dan ajaran. Karena hanya sebatas percaya tapi tidak yakin sepenuhnya, mereka juga menjadi jauh dari Allah, bukan Allah yang menjauhi mereka.

“Bukan Allah yang menjauhi, tapi hamba-Nya tersebut yang tidak mau mendekat dan menyembah Allah secara serius. Orang Islam juga banyak terlihat tidak mencerminkan Islam. Tidak mau mempraktekkan ajaran Islam dan perintah Allah padahal mereka telah sangat lama dan puluhan tahun menjadi pemeluk agama Islam, tapi untuk shalat wajib saja dengan ditinggalkan tanpa merasa beban” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan orang-orang dari luar yang baru masuk Islam dan pindah dari agama lain, terlihat sangat serius dan bersungguh-sungguh untuk mengamalkan Islam yang baru dianutnya dengan susah payah.

“Kita melihat mereka yang muallaf untuk masuk Islam itu, banyak sekali pengorbanan ketika masuk Islam sebagai agama pilihannya. Mereka kerap diancam, dihina sampai diusir oleh keluarganya, bahkan harus meninggalkan kemewahan hidup dunia untuk bersungguh-sungguh mempelajari Islam hingga serius beribadah kepada Allah,” terangnya.

Seorang muallaf, Ben Ooi pada pengajian KWPSI tersebut mengisahkan, dirinya merupakan mantan gangster yang baru masuk Islam. Ia rela meninggalkan segala kemewahan dunia untuk taat dan beribadah kepada Allah lewat berbagai perjuangan berat.

“Ketika sudah berada dalam Islam, tidak ada lagi uang dan kemewahan hidup. Semua dengan tujuan Allah semata, untuk menggapai derajat yang lebih tinggi dengan Islam,” kata Ben Ooi yang merupakan warga keturunan China ini.

Selain Ben Ooi, dua mulaf lain yang hadir pada pengajian KWPSI Rabu (9/5/2018) malam adal Fadhli Burhan, asal Singapura, dan Azley Stanley, keturunan Tamil, India. Mereka bercerita tentang beratnya tantangan dari keluarga dan linkungan, saat memilih Islam sebagai jalan hidup.(nal/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help