Tafakur

Melalui Proses

Umumnya seseorang hamba menjadi baik bukan secara kebetulan atau instan, tetapi melalui proses usaha

Melalui Proses

Oleh Jarjani Usman

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Umumnya seseorang hamba menjadi baik bukan secara kebetulan atau instan, tetapi melalui proses usaha mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Termasuk di antaranya proses seseorang menjadi bertakwa di bulan suci Ramadhan.

Melalui segala ibadah yang diwajibkan dan disunatkan di bulan Ramadhan, Allah ingin mengajak kita untuk memahami bahwa untuk menjadi orang baik itu harus melalui proses-proses dengan penuh kemauan, keyakinan dan kesabaran. Berpuasa mulai dari pagi hingga terbenam matahari hingga sebulan penuh tak mudah bagi kebanyakan orang. Namun hal itu akan dilakukan dengan penuh keyakinan dan kegembiraan oleh orang-orang yang memahami pentingnya proses menjadi orang bertakwa dalam hidup ini.

Demikian juga ibadah shalat tarawih dan shalat-shalat lainnya, yang juga menunjukkan pentingnya proses yang panjang. Kalau seseorang tidak sabar dalam melalui tahapan-tahapan dirinya berproses, maka akan berhenti melakukannya. Atau melakukannya, tetapi tidak mampu menghadirkan hati yang ikhlas.

Bahkan, orang-orang yang sudah melakukan segala ibadah di bulan Ramadhan belum otomatis menjadi orang bertakwa. Buktinya, di akhir ayat 183 surah Albaqarah disebutkan kata “la’allakum tattaquun”, yang menunjukkan adanya kata harapan semoga bertakwa. Apalagi telah diingatkan oleh Rasulullah SAW bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh apa-apa, kecuali lapar dan haus. Dengan demikian, proses yang dilalui seseorang menjadi baik dan bertakwa berhubungan erat dengan perubahan pola hidup secara keseluruhan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help