Anggaran tak Pernah Maksimal

TOKOH Masyarakat Gampong Seumanah Jaya, Muhat, juga mengatakan, salah satu bukti pemerintah serius menangani konflik gajah

Anggaran tak  Pernah Maksimal
gajah 

TOKOH Masyarakat Gampong Seumanah Jaya, Muhat, juga mengatakan, salah satu bukti pemerintah serius menangani konflik gajah dan manusia adalah anggaran yang disediakan untuk penanganan masalah tersebut selalu tak maksimal. Akibatnya, pembangunan fasilitas untuk mengiring gajah ke habitatnya tak kunjung selesai.

Sebagai contoh, sebut Muhat, sekitar dua tahun lalu Pemkab Aceh Timur bersama sejumlah perusahaan kebun sawit di kawasan itu sudah telah sepakat membangun parit gajah (barrier) sesuai kouta masing-maaing. Tapi, hingga kini hanya Pemkab Aceh Timur yang baru membangun fasilitas itu dari Kecamatan Peunaron dengan panjang sekitar 8 kilometer (km) dari 12 km yang direncanakan.

Sedangkan perusahaan perkebunan sawit sampai kini belum menindaklanjuti kesepakatannya dengan Pemkab untuk membangun barrier tersebut. Selama ini, jelas Muhat, kawanan gajah yang masuk ke perkebunan di Gampong Seumanah Jaya, selalu diusir warga menggunakan mercon yang dibantu BKSDA Aceh dan sejumlah alat tradisional lainnya.

Setiap diusir kawanan gajah itu akan masuk ke kebun sawit milik PT Atakana dan PTK DKS (kedua areal perusahaan sawit ini berbatasan langsung hutan). Tapi, beberapa hari kemudian kawanan gajah akan kembali lagi ke desa tersebut.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help