Citizen Reporter

Dubai, Kota Muslim Nyaman bagi Turis

KOTA Dubai adalah salah satu emirat (federasi) dari Uni Emirat Arab (UEA), terkenal dengan kemewahan dan kemegahannya

Dubai, Kota Muslim  Nyaman bagi Turis
ZAHIRSYAH OEMARDY, peserta Arabian Travel Market 2018 asal Aceh, melaporkan dari Dubai, Uni Emirat Arab

ZAHIRSYAH OEMARDY, peserta Arabian Travel Market 2018 asal Aceh, melaporkan dari Dubai, Uni Emirat Arab

KOTA Dubai adalah salah satu emirat (federasi) dari Uni Emirat Arab (UEA), terkenal dengan kemewahan dan kemegahannya. Juga kaya akan minyak bumi. Beberapa tahun belakangan nama Dubai semakin terkenal, khususnya di kalangan para pecinta pelesiran kelas atas, Dubai menjadi destinasi impian para traveler dunia. Banyak tempat ikonic  di kota ini yang masuk dalam daftar kunjungan wajib para turis. Misalnya, Burj Khalifa, Burj Al Arab, Palm Jumeirah, dan Dubai Fountain, serta spot-spot wisata yang menarik lainnya.

Dubai kota yang terpadat di UEA, kerap digadang-gadang sebagai surganya kawasan Timur Tengah, walaupun kota ini merupakan kota muslim, tetapi sangat nyaman bagi para wisatawan. Dubai menjadi magnet bagi wisawatan kelas jetset dari seluruh penjuru dunia.

Dubai sebenarnya sebuah kawasan gurun pasir yang tandus, tetapi disulap menjadi sebuah kota yang sangat mewah, megah, dan modern di dunia, mulai dilirik oleh warga Indonesia sebagai destinasi liburan impian. Tidak sedikit para selebritas Indonesia yang memilih Dubai sebagai tujuan liburannya bersama keluarga. Sektor wisata menjadi andalan Dubai untuk pendapatan negara selain bisnis real estate dan perusahaan penerbangan.

Kehadiran kami di Dubai adalah sebagai peserta Internasional Arabian Travel Market (ATM) 2018, yaitu pertemuan global para pelaku bisnis tur dan travel, dilaksanakan pada tanggal 22-25 April 2018 di Dubai International Convention and Exhibition Center. Saat itu empat travel agen dari Aceh ikut berpartisipasi dalam even ATM 2018, yaitu; MU Wisata, Med Imam, Fortuna, dan Glory Travel.

Di sela-sela kesibukan mengikuti acara ATM tersebut, kami sempatkan diri mengeksplore beberapa lokasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Di antaranya Burj Kalifah, Burj Al Arab, dan Jumeirah Beach. Hampir semua lokasi mewah dan megah tersebut tampak ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara dan mereka berpenampilan sesuai kebiasaan ala negara mereka masing-masih (tidak berbusana muslim). Mereka sangat menikmati dan nyaman walaupun berada di kota yang mayoritas penduduknya adalah kaum muslimin.

Di pantai Jumeirah, misalnya, pada saat kami kunjungi banyak sekali turis asing mandi dan berjemuran di pantai dengan memakai bikini, tetapi ketika azan magrib berkumandang secara serentak mereka mengambil kain menutup tubuhnya.

Pantai yang berdekatan dengan Burj Al Arab ini, yaitu sebuah hotel bintang tujuh berbentuk perahu layar sangat mewah dan menjadi ikon Kota Dubaipir

Kunjungan kami berikutnya ke sebuah tempat di gurun pasir. Kebetulan kami mengambil paket Safari Desert, di sana juga kami melihat banyak sekali turis berbusana minim tidak selayaknya sedang berada di daerah muslim walaupun para pemandu dan pelaku wisata lokal berbusana ala Arab, tetapi mereka tidak mempermasalahkan penampilan tamu-tamu mereka.

Penasaran dengan kondisi tersebut, kami coba temukan jawabannya. Kebetulan saja pada saat kami kembali ke hotel diantar oleh sopir, warga Dubai keturunan India bernama Tarik, berprofesi sebagai pemandu wisata. Dalam perjalanan kami banyak bertanya kepada dia, terutama pertanyaan terkait dengan penampilan para turis yang kami jumpai di beberapa lokasi wisatayang tidak berpenampilan ala muslim.

Tarik menjelaskan di Dubai tidak mempersyaratkan turis harus berpakaian ala muslim, tapi harus berkaian sopan di area publik dan kalau urusan bikini hanya bisa dikenakan di area pantai saja, khususnya di Jumeira Beach, dan itu sudah ada aturannya.

Dubai walaupun Kota yang berada di kawasan negara-negara Arab yang penduduknya mayoritas muslim, tetapi masih memberikan ruang untuk para turis untuk berpakaian sesuai dengan kebiasaanya masing-masing asal sopan. Pakaian bikini masih bisa meraka kenakan, tetapi hanya saat berada di pantai atau di area khusus yang telah ditetapkan, sehingga para turis merasa nyaman dalam menikmati megah dan mewahnya Kota Dubai, dan semua itu sudah diataur dalam aturan kepariwisataan.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved