Lagi, Gajah Rusak Tanaman Warga

Setelah menghilang sekitar seminggu lalu, kawanan gajah yang berjumlah 20-an ekor sejak Kamis (10/5) kembali masuk ke perkebunan

Lagi, Gajah Rusak  Tanaman Warga
Gajah di Kebun Gampong Lhok Keutapang, Tangse, Pidie, Selasa (16/1/2018). 

IDI - Setelah menghilang sekitar seminggu lalu, kawanan gajah yang berjumlah 20-an ekor sejak Kamis (10/5) kembali masuk ke perkebunan di Dusun Blang Gadeng, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Akibatnya, berbagai jenis tanaman di kebun milik warga setempat dirusak satwa dilindungi itu. Bahkan, hingga kemarin binatang berbelalai tersebut masih bertahan di kawasan itu.

Tokoh Masyarakat Gampong Seumanah Jaya, Muhat, kepada Serambi, Jumat (11/6), mengatakan, kendati gangguan gajah ke desa mereka sudah berulang kali terjadi, namun sampai kini belum ada upaya maksimal yang dilakukan pihak terkait.

Menurut Muhat, selama ini tanaman warga Gampong Seumanah Jaya yang berbatasan langsung dengan kebun sawit PT Atakana dan PT Dwi Kencana Semesta (DKS) selalu menjadi sasaran santapan Pomeurah--sebutan lain untuk gajah.

Dampaknya, sebut Muhat, selain tanaman habis dimakan dan dirusak, rumah dan gubuk petani di kebun mereka juga dirubuhkan. “Pemerintah sepertinya tidak peduli dengan nasib rakyat. Konflik gajah dan manusia sudah berlangsung lama, tapi belum ada solusi konkrit. Kepada siapa lagi kami harus mengadu, apakah kami bukan bagian dari rakyat Indonesia,” ungkap Muhat kesal.

Ditambahkan, kawanan gajah tersebut tidak mau bertahan di hutan akibat habitatnya sudah dirusak oleh aktivitas illegal logging yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. “Karena itu, kami berharap pemerintah menertibkan pembalakan liar agar gajah mau kembali ke habitatnya. Jika tidak, petani yang selalu menjadi korban dan hal itu akan membuat ekonomi mereka terus terpuruk,” harap Muhat.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help