Muda Belia Berhikayat "Dangdeuria" dan Melelang "Bansi" untuk Pulang ke Aceh

Andai laku, ia akan menggunakannya untuk membeli tiket pesawat pulang ke Aceh. Tapi sayang, tak seorangpun membuka tawaran.

Muda Belia Berhikayat
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Kolase foto penghikayat dari Aceh, Muda Belia, tampil di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (11/5/2018) malam. 

Muda Belia membagi pertunjukannya dua bagian. Bagian pertama tentang " Si Dangdeuria" dituturkan dalam format seni tutur hikayat, menggunakan bahasa Aceh dengan pola rima tertentu.

Bagian kedua, Muda Belia, menawarkan kisahnya disampaikan dalam bahasa Indonesia, agar penonton mengerti jalan cerita.

Penonton yang "berbilang" jari itu setuju. Ceritanya tentang "mensucikan manusia."

Mengenakan kopiah hitam dan pakaian juga hitam dipadu songket, Muda Belia memulai penampilannya dengan meniup "bansi" seraya memasuki panggung pertunjukan. Suara bansi syahdu.

Sebilah pedang dan bantal berbalut tikar terletak di panggung. Juga ada kopiah "meukeutop" diletakan di atas sebuah rapa-i, alat perkusi Aceh.

Tapi kedua perangkat ini, "meukeutop" dan rapa-i tak disentuh oleh Muda Balia. Dia hanya memainkan sebilah pedang tadi dengan cara memukulkannya ke atas bantal berbalut tikar. Mengeluarkan efek bunyi, menciptakan irama tertentu, mengiringi lagu hikayat.

(Baca: Tanya Gaji Orang Indonesia Per Bulan, Bule Ini Kaget saat Tau Bak Gaji Per Jam di Negaranya)

Pertunjukan Muda Belia adalah pertunjukan monolog. Salah seorang penutur hikayat yang terkenal dari generasi terdahulu, adalah Tgk Adnan PMTOH.

Ia seorang aktor hikayat sangat ulung. Memainkan banyak karakter secara atraktif sesuai denga kisah hikyat yag diasampaikan.

Lahir di Meukek 1931 dan meninggal dunia pada 2006. Tgk Adnan memperoleh gelar "troubadur Aceh" lantaran kemahirannya bercerita dalam bentuk sastra tutur.

Muda Belia adalah generasi berikutnya setelah Tgk Adnan. Muda Belia salah seorang yang paling sering tampil di panggung hikayat Aceh.

Belum lama ini ia melawat ke Malaysia, memperlihatkan kemahirannya berhikayat.

Halaman
123
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help