Muda Belia Berhikayat "Dangdeuria" dan Melelang "Bansi" untuk Pulang ke Aceh

Andai laku, ia akan menggunakannya untuk membeli tiket pesawat pulang ke Aceh. Tapi sayang, tak seorangpun membuka tawaran.

Muda Belia Berhikayat
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Kolase foto penghikayat dari Aceh, Muda Belia, tampil di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (11/5/2018) malam. 

Sebelum itu, ia juga manggung di Singapura, dan banyak kota penting lainnya di Indonesia.

Ia juga tercatat di museum rekor Indonesia (Muri) sebagai penghikayat yang berhikayat selama 26 jam, pada 26 Desember 2009.

Gubernur Aceh masa itu, Irwandi Yusuf, ikut memberi kesaksian pertunjukan Muda Belia yang saat itu berusia 29 tahun.

Tempat pertunjukan Kapal PLTD Apung, Punge Blang Cut, Banda Aceh. Kapal itu dihempas gelombang smong atau tsunami dari tempat asalnya, Ulee Lheue.

Pertunjukan menarik," kata Tazbir, yang pernah menjabat Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis, Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ia mengaku baru kali itu menyaksikan pertunjukan hikayat Muda Belia.

(Baca: Sikap Sule Berubah Setelah Berpenghasilan Rp 1 Miliar per Bulan, Istri Bocorkan ‘Kenakalan’ Suaminya)

"Ini harus didorong terus, sehingga kesenian hikayat bisa tetap eksis. Nyatanya sangat menarik," kata Tazbir yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Malam itu, Tazbir juga merekam Muda Belia mempromosikan pariwisata Aceh dalam kamera telepon selulernya. "Kita akan sebarkan ini, sebab sangat menarik," katanya lagi.

Pertunjukan Muda Belia di Taman Ismail Marzuki nerupakan bagian dari agenda "Panggong Aceh" yang digagas dan diselenggarakan tukang hikayat modern Aceh, Agus PMTOH atau Agus Nuramal.

Alumni Intitut Kesenian Jakarta ini ingin mengangkat kesenian Aceh di panggung nasional. Ini adalah tahun kedua penyelenggaraan "Panggong Aceh" setelah diawali tahun silam, dengan menampilkan pertunjukan Teater Ampon Yan dan Rapai Tuha dari Desa Lamreung, Banda Aceh.

"Panggong Aceh" tahun ini, selain pentas Muda Belia, juga diisi pembacaan puisi penyair Aceh Din Saja di tempat yang sama pada Sabtu (12/5/2018).

Sejumlah kalangan diajak membaca karya Din Saja. Dengan harapan, tentu disaksikan banyak penonton. Tidak seperti pertunjukan Muda Belia dan pertunjukan "Panggong Aceh" tahun sebelumnya, jumlah penonton sangat sedikit.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved