Soal Proyek CT-3, Ini Penjelasan Gubernur

GUBERNUR Irwandi Yusuf menyatakan akan memenuhi panggilan anggota DPRA jika hak interpelasi (permintaan) benar-benar digunakan

Soal Proyek CT-3, Ini Penjelasan Gubernur
SERAMBI/HERIANTO
Suasana teken kontrak serentak proyek pergub apba 2018 tahap I di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (11/5). SERAMBI/HERIANTO 

GUBERNUR Irwandi Yusuf menyatakan akan memenuhi panggilan anggota DPRA jika hak interpelasi (permintaan) benar-benar digunakan.

Tapi, sebelum dipanggil, Irwandi lebih dulu meluruskan dugaan adanya aliran dana proyek pembangunan Container Terminal (CT) 3 Sabang untuk dirinya.

Sebab, salah satu poin yang akan ditanyakan anggota DPRA melalui hak interpelasi terkait dugaan korupsi pada pelaksanaan proyek pembangunan CT-3 Sabang yang diduga ada aliran dana kepada Gubernur Irwandi Yusuf. Kasus itu sendiri, katanya sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Masalah dugaan suap itu sudah jelas. Dalam beberapa kali persidangan hakim mendengar keterangan jaksa yang mengatakan bahwa ditemukan dokumen yang mana (di dalam) dokumen itu tersebut antara lain, 1, 2, 3, dan bukan nama saya (tapi) jabatan Gubernur/GAM di samping nama-nama tokoh lain,” kata Irwandi.

Penjelasan tersebut disampaikan Irwandi kepada wartawan seusai melantik Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Dedy Yuswadi AP yang juga menjabat Kepala Satuan Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Aceh di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Jumat (11/5).

Seperti diketahui, sebelumnya mantan kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Ir Ruslan Abdul Gani, divonis lima tahun penjara, denda Rp 200 juta, dan diharuskan membayar uang pengganti Rp 4,3 miliar dalam kasus korupsi proyek pembangunan CT 3 Sabang senilai Rp 5,3 miliar tahun 2011.

Ruslan tersandung kasus tersebut ketika ia menjabat Kepala BPKS pada 2010. Namun, ia ditahan KPK justru pada saat menjabat Bupati Bener Meriah. Selama persidangan, Ruslan tidak pernah mengaku ada aliran dana untuk Irwandi. Kendati demikian, Irwandi pernah diperiksa oleh KPK sebagai saksi.

“Sangat bohong kalau DPRA mengatakan terdapat dalam pengakuan Ruslan Abdul Gani. Ini semua diakibatkan oleh Pergub APBA, sehingga dicari-cari kesalahan untuk mempermalukan saya. Tapi tenanglah, lihat nanti siapa yang akan malu,” tandas pria yang akrab disapa Bang Wandi atau BW ini.

“Tidak ada pengakuan Ruslan Abdul Gani (yang menyebutkan keterlibatnya). Memang membutuhkan orang waras untuk membaca dokumen itu, kalau tidak waras bisa salah kesimpulan. Ruslan Abdul Gani tidak pernah mengakui dan tidak pernah mengatakan demikian,” tandas Irwandi.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help