Teror Bom di Surabaya

Bawa Bom Panci saat Ditangkap, Dian Yulia Novi Calon Pengantin Yang Gagal Menyerang Istana Negara

Hal ini berdasarkan warna pembicaraan dikalangan ISIS Indonesia paska tertangkapnya Dian calon "pengantin" bom panci.

Bawa Bom Panci saat Ditangkap, Dian Yulia Novi Calon Pengantin Yang Gagal Menyerang Istana Negara
Salah satu gereja yang menjadi sasaran bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2018).(KOMPAS.com) 

SERAMBINEWS.COM, WARTA KOTA --Serangan terhadap sejumlah gereja di Surabaya, diduga kuat melibatkan para 'pengantin' alias bomber.

Menurut sejumlah saksi ada wanita yang masuk ke dalam gereja membawa dua anaknya yang masih kecil. Saat dicegah oleh petugas keamanan gereja, tiba-tiba bom meledak.

Aksi para pengantin itu mengingatkan nama Dian Yulia Novi (28). Wanita yang divonis penjara 7,5 tahun oleh majelis hakim atas tindakannya merencanakan serangan bom bunuh diri ke istana negara pada Minggu, 11 Desember 2016?

Baca: Aceh United Tambah Gol, Persita Tangerang Tertinggal 3-0

Baca: Terduga Teroris yang Tewas Ditembak di Cianjur Pernah Daftar Polisi, Mulai Berubah Sejak Lulus SMA

Untuk kali pertama, ada perempuan yang terlibat tindakan terorisme dan siap menjadi bomber.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang mendesak agar Dian Yulia divonis 10 tahun penjara.

Sosok Dian Yulia, sangat fenomenal. Mantan pekerja migran ini ketahuan membawa satu buah bom panci berdaya ledak tinggi untuk menyerang Istana Negara.

Namun rencana bunuh dirinya ketahuan oleh polisi. Perempuan berdarah Cirebon ini pun akhirnya diciduk bersama suaminya Muhammad Nur Solikhin, lalu ada juga Suyanto alias Abu Iza dan Wawan Prasetyawan alias Abu Umar.

Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), dalam laporan terbaru mereka yang dirilis 31 Januari 2017, mencatat ada pergerakan nyata tentang para perempuan yang ikut berperan dalam kelompok radikal.

Baca: Warga Meureudu dan Meurahdua Keluhkan Krisis Air Bersih, Ini Jawaban Direktur PDAM

Baca: Dewi Perssik Tak Terima Disebut Mengekang Suami, Pendapatan Angga Wijaya Dibongkar

Penelitian menunjukkan, keterlibatan itu justru atas dasar inisiatif mereka. Perempuan sepertinya juga ingin berjuang dan mengambil jatah dalam penyebaran teror.

"Wanita ingin diakui sebagai pejuang sebagai hak mereka," tulis laporan IPAC.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help