BI dan MPU Bahas Ekonomi Syariah

Bank Indonesia (BI) dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh membahas Pengembangan Ekonomi

BI dan MPU Bahas Ekonomi Syariah
Prof. Dr. H. Muslim Ibrahim, MA 

BANDA ACEH - Bank Indonesia (BI) dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh membahas Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Minggu (13/5), di Aula Kantor MPU Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar. Kegiatan itu dihadiri sejumlah Teungku dan pengurus MPU Aceh.

BI saat ini telah memiliki Cetak Biru (Blueprint) pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mencakup tiga pilar utama, yaitu penguatan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan riset, asesmen dan edukasi. Sebab kedepan, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia akan berdampak positif bagi penguatan stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, mengatakan, ekonomi syariah dan perbankan syariah di Aceh sudah berjalan dengan baik. Namun saat ini banyak masyarakat belum mengetahui tentang ekonomi syariah. Akibatnya, masyarakat masih terus berhubungan dengan sistem ekonomi konvensional.

“Kalau masyarakat tidak tahu halal haramnya, maka masyarakat akan terpengaruh terus dengan ekonomi atau keuangan konvensional, karena mereka hanya melihat dari besar kecilnya untung,” ujar Prof Muslim.

Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh yang juga Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Sunarso, mengatakan, konsep pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui beberapa pendekatan dan sudah disusun dalam sebuah kajian yang bertajuk “Master Plan Percepatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Aceh”.

Dalam kajian tersebut tertuang beberapa program strategis, antara lain program kemandirian ekonomi pesantren, program santripreneur dan pesantrenpreneur, serta program edukasi dan seminar ekonomi syariah.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh, Teuku Munandar mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah mulai diminati oleh banyak negara di dunia. Sebab, pertumbuhan jumlah muslim dan perkembangan ekonomi syariah secara global yang begitu pesat serta semakin diminatinya industri berbasis halal.

“Untuk meraih peluang tersebut, potensi ekonomi dan sumber daya alam Aceh perlu dioptimalkan. Beberapa industri berbasis halal yang potensial dikembangkan di Aceh yaitu industri pariwisata, makanan, pakaian, dan pengobatan,” ujar Teuku Munandar.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help