Stok Ternak Meugang 2.904 Ekor

Stok ternak berupa sapi dan kerbau untuk kebutuhan dua hari meugang Ramadhan 1439

Stok Ternak Meugang 2.904 Ekor
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL

* Jumlahnya Menurun dari Tahun 2017
* Di Aceh Utara

LHOKSUKON - Stok ternak berupa sapi dan kerbau untuk kebutuhan dua hari meugang Ramadhan 1439 Hijriah pada Selasa-Rabu (15-16/5), dalam 27 kecamatan di Aceh Utara sebanyak 2.904 ekor. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan dengan stok tahun 2017 lalu.

Untuk diketahui, pada meugang Ramadhan 1438 H atau tahun 2017 lalu, stok ternak yang tersedia mencapai 3.871 ekor. Bahkan, untuk meugang Idul Adha tahun 2017 jumlahnya lebih banyak yakni 3.889 ekor. Tapi, meugang kali ini jumlah stoknya menurun yakni, ternak sapi sebanyak 2.421 ekor serta kerbau 483 ekor.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Aceh Utara, drh Muzakir Anwar kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, data stok ternak meugang tersebut diperoleh pihaknya dari hasil survei dengan melibatkan seluruh petugas pusat kesehatan hewan (puskeswan) di 27 kecamatan.

Sedangkan, informasi yang diperoleh Serambi, penyebab berkurangnya ketersediaan stok ternak meugang kali ini, imbas banyaknya ternak Aceh yang di jual ke luar daerah dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebab, ternak Aceh seperti sapi dan kerbau cukup banyak diminati masyarakat di luar Aceh, karena tekstur dagingnya lembut dan memiliki rasa khusus. “Malah, ada sebagian warga sengaja membeli sapi Aceh dengan dimodali oleh warga dari luar Aceh untuk dipelihara di sana,” ujar seorang warga.

Pada bagian lain, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnak Keswan Aceh Utara, drh Muzakir Anwar menegaskan, pihaknya menugaskan seluruh petugas puskeswan di 27 kecamatan untuk aktif melakukan pemantauan dan pengawasan prosesi meugang. Tujuannya, agar daging meugang yang dikonsumsi masyarakat nanti sudah masuk dalam kategori aman, sehat, halal, dan utuh (ASUH).

“Tiap petugas memantau langsung ke lapangan untuk mengawasi kegiatan dengan pemeriksaan ante mortem (sebelum penyembelihan) dan post mortem (setelah penyembelihan). Tujuannya untuk memastikan apakah ternak yang disembelih tersebut bebas dari penyakir menular yang bisa membahayakan manusia,” kata Muzakir.

Dia menerangkan, untuk jenis sapi yang potong pada meugang kali ini didominasi sapi lokal dan juga sapi luar seperti limousin, simental, dan brahman. Sedangkan, pusat pasar di Aceh Utara yang banyak memotong sapi adalah, Tanah Jambo Aye, Lhoksukon, Geudong, Dewantara, dan Muara Batu.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved