Target Tinggi Elang Super

PIALA Dunia 2018 menjadi edisi keenam bagi perjalanan Timnas Nigeria. Prestasi ini dicatat setelah mereka lolos

Target Tinggi Elang Super

Pengantar Redaksi
HANYA butuh 32 hari lagi, dunia menanti inspirasi yang datang dari Negeri Beruang Merah Rusia. Seiring bergulirnya pesta olahraga yang paling bergengsi di atas jagad bumi, Piala Dunia 2018. Kali ini kejuaraan sepakbola yang ditunggu miliaran penduduk bumi itu datang dengan slogan Ready to Inspire. Kepastian Rusia didapuk sebagai tuan rumah, terjadi di markas FIFA di Zurich, Kamis (2/12/2010) lalu. Kala itu Rusia menguburkan mimpi Inggris, Spanyol-Portugal, dan Belanda-Belgia untuk menjadi tuan rumah.

Stadion fenomenal Luzhniki, Moskwa yang pernah menjadi lokasi pembuka Olimpiade 1980, dan final Liga Champions 2008, Kamis 14 Juni 2018, akan menjadi saksi perhelatan partai pembuka, antara tuan rumah Rusia versus Arab Saudi, dalam pesta sepakbola yang menelan dana sedikitnya 10 miliar dolar itu.

Rusia pasca gerakan perestoika ala Gorbachev yang membuat negeri itu runtuh berkeping-keping, kini masih diperhitungkan sebagai bagian dari dua goliath dunia bersama AS tentunya. Piala Dunia kali ini juga menjadi bagian dari pensahihan kebangkitan Rusia paskaperestoika.

Mulai hari ini, secara berseri, kami menurunkan laporan tentang road to Wolrd Cup 32 tim yang berlaga di Piala Dunia Rusia 2018, Kami memulainya dari skuad Elang Super Nigeria di Grup D. Selamat membaca!

PIALA Dunia 2018 menjadi edisi keenam bagi perjalanan Timnas Nigeria. Prestasi ini dicatat setelah mereka lolos sejak tahun 1994, 1998, 2002, 2010, dan terakhir 2014 di Brasil. Praktis, mereka mampu menjaga tradisi lolos ke pesta empat tahunan selepas gagal terbang ke Piala Dunia 2006 di Jerman.

Seperti diketahui, Super Eagles mengawali kiprah di pentas World Cup, ketika pesta empat tahunan tersebut, dipentaskan di Amerika Serikat tahun 1994. Hasilnya sungguh luar biasa. Sebagai debutan, Rasyidi Yekini dkk sukses lolos ke babak 16 besar. Sayang, laju mereka terhenti di tangan Azzuri Italia. Sepasang gol bintang La Vecchia Signora (Si Nyonya Besar) Juventus, Roberto Baggio menghentikan laju Nigeria, 2-1.

Kala itu, skuad Nigeria bergabung di Grup D bersama tim Tango Argentina, Bulgaria, dan Yunani. Meski berstatus sebagai tim medioker, publik sepak bola dunia dibuat terkejut. Ya, Okocha dkk tampil sebagai juara Grup dengan nilai enam. Mereka sukses menghajar Bulgaria dengan skor 3-0, dan Yunani 4-0.

Sayangnya, dalam duel melawan Argentina, mereka dipaksa menyerah kalah 1-2. Padahal, ketika itu, Elang Super lebih dulu unggul berkat gol Samson Siasia. Bermaterikan Gabriel Omar Batistuta, Claudio Caniggia, dan Diego Armando Maradona, tim Tango sukses membalikkan keadaan.

Dua gol kemenangan ditentukan oleh si degil Caniggia. Gol pertama dilesatkan usai dia memanfaatkan bola rebound hasil tendangan bebas legenda La Viola Fiorentina, Batistuta. Sementara gol kedua memanfaatkan umpan dari megabintang asal Napoli, Maradona. Hingga kini, drama di Foxboro Stadium, Amerika Serikat, pada 25 Juni 1994 selalu dikenang.

Empat tahun kemudian. Ya, di Piala Dunia Perancis, Elang Super kembali memperlihatkan ketangguhannya. Lagi-lagi, mereka finish di posisi pertama Grup D. Enam poin diperoleh setelah menekuk El Matador Spanyol (2-3), Bulgaria (1-0), dan menelan kekalahan di laga terakhir ketika bertemu Paraguay. Luis Chilavert dkk membungkam superioritas Nigeria dengan skor 3-1.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help