Daging Meugang di Pijay Rp 170.000 Per Kg, Tapi Daya Beli Melemah, Ini Jumlah Ternak Disembelih

Apalagi menghadapi ramadhan tentu kebutuhan sehari-hari agak meningkat, sementara pendapatan relatif kecil

Daging Meugang di Pijay Rp 170.000 Per Kg, Tapi Daya Beli Melemah, Ini Jumlah Ternak Disembelih
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
meugang 

Setiap ekor ternak yang disembelih dikutip Rp 60.000 untuk PAD.

Penelusuran Serambinews,com, selain yang dikutip Disbunnak, pengutipan juga dilakukan Disperindagkop dan UKM serta Packter Pasar atau lazim disebut Haria pasai. Besarnya kutipan bervariasi menurut  kecamatan.

Baca: Komunitas Wartawan di Aceh Bagikan Daging Meugang untuk Puluhan Yatim dan Duafa

Di Meureudu, Disperindagkop dan Packter Pasar masing-masing mengutip Rp 50.000 per ekor. Dengan demikian, setiap pedagang harus mengeluarkan biaya Rp 160.000 per ekor.

“Kami tadi bayar Rp 160.000 per ekor,” kata seorang penjual daging di Keude Meureudu.

Anehnya, ketika Serambinews.com menanyakan pada Kadis Perindagkop dan UKM Pijay, Rafiati SE, tentang tarif yang harus dikutip berdasarkan qanun pada setiap penjual daging justru mengaku tak tahu sama sekali.

Baca: Sempat Tembus Rp 200 Ribu/Kg, Harga Daging Meugang Turun Jadi Rp 180 Ribu

“Jilon pih hana kutudum padum untuk saboh lemo atau keube yang harus takutiep. Tolong tanyong pada Kabid lon Pak Muslem (Saya juga tak tahu berapa untuk satu lembu atau kerbau yang harus dikutip. Tolong tanya pada Kabid saya Pak Muslem),” jawab Kadisperindagkop. 

Sementara Kabid Perdagangan Disperindagkop, Ir Muslim yang berulang kali dihubungi untuk menanyakan hal dimaksud, handphone-nya tidak aktif.(*)   

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help