Disubsidi dengan Dana Desa, Daging Dijual Murah

Ketika pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh masih bingung memikirkan bagaimana cara

Disubsidi dengan Dana Desa, Daging Dijual Murah
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Daging meugang dijual di Pasar Bina Usaha Meulaboh 

MEULABOH - Ketika pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh masih bingung memikirkan bagaimana cara menyediakan daging sapi murah untuk dikonsumsi masyarakat pada saat meugang puasa Ramadhan, para kepala desa (keuchik) di Aceh Barat malah sudah menemukan solusi yang jitu.

Hampir semua desa di Aceh Barat, Selasa (15/5) kemarin menjual daging meugang dengan harga murah, berkisar Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram (kg), sedangkan di tempat lain di Aceh harga daging meugang kemarin berkisar antara Rp 140.000 hingga Rp 180.000 per kg.

Mengapa di Aceh Barat daging kerbau atau sapi bisa dijual murah? Rahasianya ternyata terletak pada kreativitas dan kekompakan para keuchik di kabupaten itu. Hampir semua dari 321 kepala desa di Aceh Barat kompak menyubsidi pembelian hewan ternak yang akan disembelih dengan dana desa masing-masing. Misalkan harga kerbau atau sapi Rp 10 juta per ekor. Sekitar 40% di antaranya dibayar dengan dana desa, sehingga ketika dagingnya dijual eceran, bisa ditekan menjadi Rp 90.000-Rp 100.000 saja per kg.

Begitupun, berdasarkan penelusuran Serambi, ada juga beberapa desa yang tidak melakukan penyembelihan sapi atau kerbau kemarin karena dana desanya belum cair dari Pemkab Aceh Barat.

Beberapa desa malah berutang dulu ke pihak ketiga untuk bisa membeli kerbau atau sapi, lalu dagingnya dijual di pasar murah desa masing-masing.

Amatan Serambi, desa-desa yang melakukan penjualan daging tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Barat. Bahkan di kecamatan daerah pedalaman hampir semua desanya menggelar pasar murah daging meugang. Jumlah kerbau dan sapi yang disembelih bervariasi sesuai dengan jumlah penduduk, yakni dua hingga lima ekor per gampong/desa.

Di Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, misalnya, daging kerbau dijual hanya Rp 90.000 per kg. Di Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, dijual lebih tinggi sedikit yakni Rp 100.000 per kg. “Di desa kami dua ekor disembelih. Meski dana untuk itu mengutang dulu, tapi pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Keuchik Pasir, Romi Syahputra, menjawab Serambi kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Barat, Teuku Fadli, mengatakan Bupati Aceh Barat pada tahun 2018 ini sudah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Subsidi Pembelian Hewan Meugang.

Dengan cara itulah daging hewan sembelihan bisa dijual murah kepada masyarakat pada saat meugang puasa. “Nilai subsidi yang diberikan sekitar 40 hingga 50 persen. Dengan disubsidi melalui dana desa, maka masyarakat terbantu sehingga hanya perlu mengeluarkan uang 90.000-100.000 rupiah untuk setiap kilogram daging,” kata Fadli.

Menurutnya, subsidi tersebut sebagai upaya nyata untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sehingga mudah memperoleh daging meugang. Soalnya, selama ini harga daging sapi dan kerbau selalu melonjak tajam bahkan hingga Rp 200.000 per kg pada saat meugang. Meugang atau lengkapnya makmeugang adalah tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang ditandai dengan penyembelihan hewan ternak dalam jumlah banyak, lalu dagingnya dimasak dan dimakan bersama keluarga pada hari-hari menjelang puasa Ramadhan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.

Menurutnya, pemberian subsidi untuk membeli daging meugang dari dana desa haruslah terlebih dulu dimusyawarahkan di desa masing-masing. Jadi, bukan keputusan sepihak kepala desa. “Ada juga subsidi yang diberikan dalam bentuk sembako murah. Tujuannya sama dengan subsidi daging meugang, yakni supaya memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya saat menyambut Ramadhan maupun Idul Fitri,” kata Teuku Fadhli. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help