Hilal belum Tampak di Aceh

Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh melaksanakan

Hilal belum Tampak di Aceh
WARGA memantau hilal untuk mengetahui awal Ramadhan menggunakan teleskop di Gedung Pusat Observatorium Teungku Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (15/5) sore. 

BANDA ACEH - Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh melaksanakan rukyatul hilal awal Ramadhan, hari ini, Selasa (15/5) di Gedung Pusat Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar. Dalam pemantauan itu, tim falakiyah belum melihat munculnya hilal.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh kemarin mengatakan, pemantauan hilal akan dilakukan tepat pukul 18.46 WIB sebagai waktu yang tepat untuk melihat hilal. Berdasarkan perhitungan Tim BHR Kemenag, hilal berada -0 derajat 29 menit 57 detik dan hilal belum terlihat dari pantauan teleskop.

“Karena hari ini hilal belum terlihat, maka berdasarkan ketentuan agama, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari, maka sore ini belum memasuki Ramadhan dan malam besok (malam ini -red )-lah kita baru masuk Ramadhan,” ujar Daud Pakeh.

Meski kemarin memang sudah diprediksi hilal tidak tampak, tapi Kanwil Kemenag Aceh tetap melakukan pemantauan hilal sebagai kewajiban pihaknya untuk kesempurnaan ibadah umat Islam.

Hasil pantauan hilal di Pantai Lhoknga, Aceh Besar, kata Daud Pakeh, akan segera dilaporkan ke Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang akan memimpin sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1439 Hijriah di Jakarta, Selasa (15/5).

Dalam kesempatan itu mereka juga melaksanakan edukasi mengenai rukyatul hilal kepada masyarakat. Para pakar falakiyah memberikan penjelasan tentang pemantauan hilal kepada mahasiswa, kalangan ormas, pelajar, dan masyarakat umum. Saat pemantauan kemarin, digunakan sejumlah teleskop dan teropong alam. Tujuannya supaya masyarakat memahami mengenai rukyatul hilal dan cara penetapan 1 Ramadhan yang selama ini rutin dilakukan oleh pakar falakiyah. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help