Jumat, 10 April 2026

Jalan Provinsi Rusak dan Berlubang

Ruas jalan provinsi di lintas Ulee Kareng-Blangbintang tepatnya di Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar

Editor: bakri
Kadis PUPR Aceh, Ir Fadjri MT bersama Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda Msi meninjau jalan provinsi yang rusak di Desa Sepeu, Kuta Baro, Aceh Besar, Selasa (15/5) 

* Di Lintas Ulee Kareng-Blangbintang

BANDA ACEH - Ruas jalan provinsi di lintas Ulee Kareng-Blangbintang tepatnya di Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi itu sangat membahayakan para pengendara, terutama jika musim hujan atau pada malam hari.

Kerusakan ruas jalan tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda. Selasa (15/5), Sulaiman Abda bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir Fajri MT, melakukan peninjauan ke lokasi jalan rusak tersebut.

“Panjang ruas jalan yang rusak mencapai 50 meter. Kerusakannya lumayan parah. Selain berlubang, ruas jalan itu juga berlumpur akibat tergenang air hujan. Padahal jalan tersebut setiap hari dilintasi warga dan Bus TransKoetaraja,” jelasnya.

Kondisi itu diperparah karena ruas jalan tersebut tidak ada saluran pembuang, sehingga jika turun hujan badan jalan menjadi tergenang. Camat Kuta Baro dan masyarakat Gampong Seupeu telah berulang kali menyampaikan soal kerusakan badan jalan provinsi tersebut ke DPRA. Baru kemarin laporan warga itu ditindaklanjuti dengan turunnya Wakil Ketua I DPRA dan Kadis PUPR Aceh.

Sebelum meninjau badan jalan yang rusak di Gampong Seupeu, Kadis PUPR Aceh lebih dulu meninjau jembatan Limpok-Lamreung, yang hampir 10 tahun pembangunannya berjalan tapi belum juga selesai. Padahal pembangunan jembatan yang memiliki panjang bentang mencapai 300 meter itu untuk memecahkan kepadatan lalu lintas dari Kota Banda Aceh ke Kampus Darussalam.

Sulaiman Abda berharap jembatan tersebut bisa segera diselesaikan, sehingga kepadatan arus lalu lintas di Jembatan Lamnyong bisa berkurang.

“Warga Lamreung maupun Ulee Kareng yang ingin ke Darussalam, tidak lagi melintasi jembatan Lamnyong. Begitu juga yang dari Darussalam menuju Lamreung bisa menggunakan jembatan alternatif tersebut,” ujarnya.

Kadis PUPR Aceh, Ir Fajri MT mengatakan, untuk kelanjutan pembangunan jembatan Limpok-Lamreung pada tahun ini dialokasikan dana Rp 28 miliar. Sedangkan untuk memperbaiki badan jalan di Gampong Seupeu dan pemeliharaan jalan Blangbintang-Ulee Kareng dialokasikan dana Rp 5 miliar.

Usai meninjau jalan rusak dan jembatan Limpok-Lamreung, Wakil Ketua I DPRA dan Kadis PUPR Aceh mengadakan pertemuan dengan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA. Pada kesempatan itu Prof Farid meminta agar jalan lingkar Kampus UIN dapat diperlebar karena kondisinya kini semakin sempit, terlebih jalur tersebut sudah dilewati TransKoetaraja.

Setiap hari, tiga sampai empat kali bus Transkoetaradja, melintas di ruas jalan tersebut. Pinggiran badan jalan banyak yang sudah rusak dan berlubang. Sehingga pada waktu-waktu jam sibuk terjadi kemacetan pada ruas jalan lingkar tersebut.

Kadis PUPR Aceh, Fajri, mengatakan, untuk pelebaran badan jalan lingkar kampus UIN, harus dibuat perencanaannya terlebih dahulu. Pihak Rektor UIN, sudah mengirimkan surat. Dinas PUPR Aceh akan menyusun perencanaan pelebaran badan jalan lingkar Kampus UIN.

Kita segera membuat perencanaannya tahun ini, tahun depan anggaran untuk pelebarannya sudah bisa dialokasikan. “Sedangkan sumber pembiayaannya, bisa dari sumber dana alokasis khusus (DAK) APBN, maupun otsus APBA,” ujar Fajri.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved