Kemenkominfo Jaring 1.285 Komentar Radikal di Medsos, Tiga Orang Ditangkap di Aceh, Anda Termasuk?

Sejak aksi bom bunuh diri di Surabaya pekan lalu, Kemenkominfo telah menemukan 1.285 konten radikal.

Kemenkominfo Jaring 1.285 Komentar Radikal di Medsos, Tiga Orang Ditangkap di Aceh, Anda Termasuk?
Kolase TribunJatim.com
Stop radikalisme di media sosial. 

WF ditangkap di Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Senin (14/5) sekira pukul 11.25 WIB.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH kepada Serambi, Selasa (15/5) mengatakan, WF adalah wanita kelahiran Surabaya.

Pada 13 Mei 2018 sekira pukul 09.00 WIB, WF berkomentar atas postingan milik orang lain terkait rusuh rutan Mako Brimob.

Di dalam postingannya tersebut terdapat komentar dari teman facebook WF berinisial LFY dengan kata-kata “Iya mbak, ini barusan ada bom di gereja santa maria, ngagel sby mbak.”

Selanjutnya, kata Misbah, WF membalas komentar tersebut “Ya say.. memang halal darah *********.”

Komentar inilah yang dinilai SARA oleh pihak kepolisian dan polisi langsung menciduk WF atas komentarnya tersebut.

Baca: Santuni Nek Ramlah yang Hidup Sebatang Kara, DPW PA Nagan Raya akan Bantu Sumur Bor

Baca: Janeeta Janet Diterawangi Mbah Mijan, Diduga Dikirimi Hal Ghaib Oleh Rekan Artis, Ini Tujuannya

Dalam kasus ini, kata Misbah, pasal yang disangkakan kepada tersangka meliputi Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 sesuai dengan UU RI No. 19/2016 perubahan atas UU RI No. 11/2008 tentang Informasi Transaksi Eletronik (ITE).

“Yang bersangkutan tidak kita tahan karena dalam keadaan sakit, tapi sedang menjalani proses pemeriksaan,” sebut Misbah,

Barang bukti yang diamankan dari WF berupa satu unit handphone merk OPPO F1s dengan IMEI: 863440032179016 dan IMEI: 863440032179008, kemudian satu simcard dengan nomor 081269030550.

Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam menggunakan medsos.

Masyarakat juga diminta tidak latah dalam menanggapi isu apapun yang terjadi di Indonesia.

“Mari bijak menggunakan media sosial, jangan latah dan jangan memposting hal-hal yang belum tentu kebenarannya,” demikian Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH.

Baca: Kemenangan Selfi Banjir Protes, Inilah Sosok yang Lebih Layak Jadi Juara LIDA Menurut Netter

Baca: Sepucuk Surat Ditemukan di Pakaian Terduga Teroris yang Serang Mapolda Riau, Ternyata Ini Isinya!

Seorang PNS di Simeulue berinisial MH harus berurusan dengan pihak berwajib setelah membuat status di akun facebook-nya yang dianggap mengandung unsur ujaran kebencian atau hate speech.

Kapolres Simeulue yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (15/5) melalui Kasatreskrim Iptu Muhammad Khalil SH membenarkan pihaknya mengamankan oknum PNS berinisial H karena terkait statusnya di facebook.

Menurut Kasatreskrim Polres Simeulue, pihaknya tidak menahan oknum PNS namun diharapkan jadi pembelajaran bagi yang lain agar tidak membuat status di media sosial yang mengandung unsur ujaran kebencian.

“Kita mintai keterangan apa tujuan dia buat status seperti itu,” kata Kasatreskrim Polres Simeulue.

Penelusuran Serambi, status yang diposting MH terkait insiden Mako Brimob dikaitkan dengan bom gereja. Namun, tadi malam, status tersebut sudah dihapus.(dan/sm)

Baca: Pemda Aceh Tengah Siapkan Lahan untuk Kantor dan Studio RRI Takengon

Baca: Kritikan Fadli Zon: Pemimpin yang Hobi Salahkan Pemimpim Sebelumnya, Sedang Menutupi Kelemahannya

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help