Puluhan Guru Desak Disdik Aceh Timur

Puluhan guru di Aceh Timur, Selasa (15/5) kembali mendatangi kantor dinas pendidikan Aceh Timur

Puluhan Guru Desak Disdik Aceh Timur
SEKRETARIS Dinas Pendidikan Aceh Timur, Jalaluddin, menjelaskan kepada perwakilan guru terkait tahapan proses pembayaran dana tunjangan sertifikasi guru (TPG) jatah Desember Tahun 2016, di Kantor Disdik setempat, Selasa (15/5) 

* Segera Cairkan TPG Jatah Desember 2016

IDI - Puluhan guru di Aceh Timur, Selasa (15/5) kembali mendatangi kantor dinas pendidikan Aceh Timur, untuk mendesak pencairan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) jatah bulan Desember 2016, yang hingga saat ini belum dibayar.

Sebelumnya (Senin, 16/4) lalu, ratusan guru di kabupaten ini juga menggelar aksi unjuk rasa ke kantor DPRK Aceh Timur yang difasilitasi Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar GB) Aceh. Saat itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Timur, Jalaluddin yang dihadirkan pihak DPRK berjanji akan mengajukan permohonan pencairan kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Timur, jika para guru ini melengkapi syarat-syarat pengamprahan.

Namun, setelah syarat-syarat tersebut dilengkapi dana TPG itu belum juga cair. Memasuki meugang puasa, para guru ini pun menagih janji tersebut. “Kami sudah sangat bersabar menungggu. Kami berharap dana TPG jatah Desember 2016 itu dibayar tidak lewat meugang. Mohon pengertian bapak-bapak,” ungkap seorang guru di hadapan Sekdis Pendidikan, Jalaluddin dan anggota pengelola dana sertifikasi guru, Hasan.

Ketua KoBar GB Aceh Timur, Zahrul juga mendesak pihak Dinas Pendidikan dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Timur, bekerja cepat untuk memproses pencairan dana tersebut. Karena para guru ini sangat membutuhkan dana untuk meugang. “Karena menghadapi meugang, meraka tak henti-hentinya mempertanyakan kepada saya kapan dana yang merupakan hak mereka itu dicairkan. Karena itu kami minta dana TPG ini secepatnya dibayar,” ungkap desak Zahrul.

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Timur, Jalaluddin, mengatakan dana TPG guru jatah Desember 2016 untuk 2.083 orang guru segera dibayar, menggunakan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 7.519.244.700.00.

Ia mengatakan, keterlambatan pencairan dana dimaksud karena proses pembayaran ini harus berdasarkan surat keputusan (SK) Carry Over (CO) dari Kemendikbud RI tahun 2018. Selain itu, karena belum masuk ke dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), karena itu proses pembayaran ini harus mendahui anggaran perubahan APBK-P Aceh Timur tahun 2018.

Terkait surat keputusan Pimpinan DPRK Aceh Timur, Nomor 6 Tahun 2018 tentang persetujuan anggaran mendahului penetapan perubahan APBK 2018 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, juga baru dikeluarkan DPRK pada Senin (14/5).

“Saat ini kami sedang menyesuaikan antara tunjangan yang diterima masing-masing guru, agar sesuai dengan data pada SK carry over, karena tunjangan yang dibayarkan harus sesuai dengan gaji pokok tahun 2016,” ungkap Jalauddin.

Menurut Jalaluddin, proses penyesuaian ini memakan waktu sekitar dua hari. Tujuannya, agar tidak ada kekurangan bayar yang berpotensi menimbulkan protes. “Jika sudah selesai, langsung kami ajukan pengamprahan ke BPKD Aceh Timur, untuk selanjutnya daftar nama guru penerima diserahkan ke bank. Karena itu, kami mohon guru bersabar,” harap Jalaluddin.

Sedangkan jatah TPG untuk tahun 2018, jelas Jalaluddin, daftar nama guru penerimanya telah diajukan ke bank, tinggal petugas bank memosting ke rekening masing-masing guru. “Insya Allah hari ini atau besok sudah dikirim ke rekening masing-masing guru penerima TPG,” ungkap Jalaluddin.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved