Aceh Sepakat Sesalkan Pembongkaran Tenda di Panti Asuhan Darul Aitam

DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara menyesalkan pembongkaran tenda di halaman Panti Asuhan Darul Aitam

Aceh Sepakat Sesalkan Pembongkaran Tenda di Panti Asuhan Darul Aitam
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Ketua Umum DPP Aceh Sepakat HM Husni Mustafa (tengah) 

MEDAN - DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara menyesalkan pembongkaran tenda di halaman Panti Asuhan Darul Aitam, Jalan Medan Area Selatan, Kecamatan Medan Area oleh sekelompok orang. Pihak Muspika diminta turun tangan agar aksi premanisme yang bisa mengganggu ibadah puasa tidak terus berlanjut.

“Kami sangat menyayangkan karena aksi ini menjelang puasa. Ini jelas intimidasi,” kata Ketua Umum DPP Aceh Sepakat HM Husni Mustafa, Rabu (16/5).

Insiden ini terjadi ketika pengurus Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat akan mendirikan tenda di halaman Panti Asuhan Darul Aitam, Selasa (15/5) siang. Tenda ini akan difungsikan sebagai posko untuk menampung bantuan masyarakat bagi santri yang diasuh panti asuhan milik DPP Aceh Sepakat itu. Namun ketika tenda sudah berdiri sebagian, sejumlah orang yang mengaku dari pengurus panti asuhan meminta pekerja membongkar tenda dan mengusir para pekerja.

“Yang disayangkan, setelah mengusir pekerja kami, mereka justru membangun tenda di tempat yang sama,” lanjut Husni.

Sebelumnya memang terjadi dualisme kepemilikan Yayasan Darul Aitam. Namun sengketa kepemilikan panti asuhan ini sudah berakhir setelah Pengadilan Negeri Medan mengabulkan gugatan Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat atas Yayasan Penyantun Yatim Piatu Aceh Sepakat yang diketuai Asby Hasan pada Februari lalu. Putusan pengadilan ini sekaligus mempertegas kalau panti asuhan itu bagian dari DPP Aceh Sepakat.

Dalam gugatan itu disebutkan bahwa tergugat sudah mendirikan kantor dan beraktivitas di dalam lingkungan Panti Asuhan Darul Aitam sejak 2014. Majelis hakim yang diketuai Muhammad Ali Tarigan kemudian memutuskan yayasan yang memiliki kekuatan hukum merupakan yang didirikan berdasarkan akta notaris Nomor 2 tanggal 2 Septermber 2014, yaitu Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat.

Ketua Umum Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat, Kamaruddin Harun mengaku sudah menyurati persoalan ini ke Polrestabes Medan dengan tembusan ke Polsek Medan Area. Dia meminta unsur Muspika Medan Area turun tangan agar aksi premanisme tidak terulang.

“Kami akan tetap membangun tenda karena kami merupakan pengurus yang sah sesuai putusan pengadilan. Namun kami memiliki etika dan mematuhi hukum, kami akan menggunakan cara-cara yang tidak melanggar hukum,” kata dia. (mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help