Panwaslih Batalkan SK KIP Subulussalam

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Subulussalam memutuskan membatalkan Surat Keputusan

Panwaslih Batalkan SK KIP Subulussalam

* Terkait Perubahan Jadwal Kampanye Bintang-Salmaza

SUBULUSSALAM - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Subulussalam memutuskan membatalkan Surat Keputusan (SK) Komisi Independen Pemilihan (KIP) terkait perubahan jadwal kampanye pasangan calon nomor urut 5, Affan Alfian Bintang-Salmaza (Bisa).

Hal itu diputuskan dalam Sidang Putusan Sengketa Pilkada Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam yang berlangsung di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Subulussalam, Selasa (15/5). Sidang itu merupakan tindak lanjut dari pengaduan empat paslon yang memprotes kebijakan KIP karena telah mengubah jadwal kampanye paslon nomor urut 5, tanpa melibatkan paslon lain.

“Memutuskan mengabulkan isi permohonan pemohon seluruhnya dan membatalkan SK KIP Nomor: 40/HK.03.01-Kpt/03/KIP-SS/IV/2018 tentang perubahan waktu, jadwal dan lokasi kampanye peserta Pilkada Kota Subulussalam,” kata Pimpinan Sidang, Ketua Panwaslih Kota Subulussalam, Asmiadi.

SK KIP tersebut merupakan perubahan jadwal kampanye Bintang-Salmaza. Awalnya, jadwal kampanye pasangan ini disepakati pada tanggal 3 Mei 2018. Namun KIP dalam SK-nya memundurkan jadwal kampanye hingga sebulan lebih, atau seminggu menjelang hari pemilihan.

Panwaslih dalam putusannya juga meminta KIP untuk memberlakukan kembali SK KIP Kota Subulussalam, Nomor: 20/HK.03.01-Kpt/03/KIP-SS/III/2018 tertanggal 7 Maret 2018.

Sidang putusan tersebut dibacakan di hadapan pemohon dari Paslon nomor urut 2 (Sartina-Dedi) dan Paslon nomor 3 (Asmaudin-Asmidar) serta kuasa hukum KIP selaku termohon, Panwaslih. Sidang itu juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, empat paslon kepala daerah di Kota Subulussalam memprotes tindakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) terkait SK perubahan jadwal kampanye paslon nomor urut 5, Affan Alfian Bintang-Salmaza yang seharusnya berlangsung pada Kamis (3/5/2018).

Keempat paslon tersebut adalah paslon nomor urut 1 Jalaluddin-Wagiman (Jawara), nomor urut 2 Sartina-Dedi (Mesada), paslon nomor urut 3 Asmauddin-Asmidar (Hamas), dan nomor urut 4 Ansari-Ustaz Sabaruddin alias Ogek Anas-Ustaz Sabar.

Selain mendesak KIP agar membatalkan SK tersebut dan mengembalikan jadwal kampanye seperti yang disepakati pada 7 Maret lalu, pihaknya bersama timses paslon lain juga akan melaporkan KIP Subulussalam ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help