Sanjungan Raksasa untuk Serbia

KAMI favorit, tapi ketiga penghuni Grup E lainnya juga kuat. Kami akan bersiap seperti akan melawan Inggris

Sanjungan Raksasa untuk Serbia

“KAMI favorit, tapi ketiga penghuni Grup E lainnya juga kuat. Kami akan bersiap seperti akan melawan Inggris dan Spanyol,” komentar juru latih timnas Brasil, Tite sejenak usai drawing Piala Dunia 2018 di Istana Kremlin, Rusia sebagaimana dikutip dari ESPN, Sabtu (2/12/2017).

Pelatih yang memiliki nama asli Adenor Leonardo Bacchi tersebut tak sepakat kalau ada yang menilai, bahwa Grup E dalam perhelatan Piala Dunia 2018, adalah grup ringan. Mantan pelatih Corinthias itu mengatakan, Grup E yang dihuni Swiss, Kosta Rika, dan Serbia jelas punya kualitas.

Jika tak memiliki kualitas, maka tak mungkin ketiga tim nasional tersebut bisa berada di Rusia untuk mengikuti Piala Dunia. Pengakuan Tite bahkan mengatakan, kalau raksasa sepakbola dunia timnas Brasil akan menganggap ketiga tim tersebut layaknya sekelas Inggris dan Spanyol.

Lalu, mengapa meski Tite harus berkomentar demikian? Jujur saja, ia sudah pasti mengetahui kemampuan, kekuatan, dan materi pesaingnya di grup khususnya timnas Serbia. Karena itu, sejak awal tim Samba memang memberikan perhitungan serius terhadap para rivalnya.

Kekhawatiran juara dunia lima kali tersebut bukan tanpa alasan. Di mana, armada Orlovi–julukan timnas Serbia–datang ke gelanggang pertandingan dengan rekor ciamik. Meski diragukan sejak prakualifikasi Grup D Zona Eropa bergulir, mereka mampu tampil unjuk kekuatan.

Branislav Ivanovi dkk memberi kejutan besar ketika sukses keluar sebagai juara grup. Padahal, sejak awal, grup ini akan dikuasai oleh Irlandia, Wales, atau Austria. Namun, prediksi tersebut berhasil dipatahkan oleh anak-anak Semenanjung Balkan. Dari 10 duel dilakoni, mereka sukses mencatat enam kemenangan, tiga draw, dan hanya satu kali kalah.

Keberhasilan mereka tak lepas dari kolaborasi pemain top Liga Eropa seperti Liga Primer, La Liga, Bundesliga, Serie A, dan juga Liga Rusia. Adalah Dušan Tadi (Southampton), Nemanja Mati (Manchester United), Sergej Milinkovi -Savi (Lazio), Branislav Ivanovi (Zenit St Petersburg), plus Aleksandar Kolarov (AS Roma).

Dengan kekuatan merata di semua lini, mereka memiliki peluang besar untuk lolos ke babak 16 besar. Boleh jadi, hanya tim Samba Brasil yang akan menjadi lawan berat. Sementara menghadapi Kosta Rika dan Swiss, skuadra Serbia mempunyai kans untuk menang. Jika dalam dua laga ini bisa mengamankan poin, maka lawan Brasil di pertandingan terakhir tak akan berpengaruh lagi.

Sayangnya, di tengah kesuksesan merebut tiket lolos otomatis ke Rusia. Ruang ganti Serbia bergejolak. Ya, juru latih yang membawa mereka lolos, Slavoljub Muslin dipecat Federasi Sepakbola Serbia (FSS) pada Pada Senin (30/10/2017) waktu setempat.

Muslin resmi dicopot dari jabatannya sebagai pelatih tiga pekan setelah membawa Serbia lolos ke Rusia. Petinggi FSS beralasan kalau pemecatan tersebut akibat kritikan mereka terhadap gaya melatih Muslin. Bahkan, FSS juga tak senang dengan pemain yang dipanggil oleh Muslin. Akhirnya, Mladen Krstajic pun dinobatkan sebagai suksesor Muslin di The Eagles–julukan timnas Serbia--.
Sebagaimana diketahui, Serbia bukanlah anak bawang di pentas World Cup. Negara Eropa Timur tersebut pernah merasakan atmosfer Piala Dunia sebanyak 11 kali. Namun, kala itu, mereka membawa nama Yugoslavia. Selepas menjadi negara pecahan, maka mereka lebih dikenal dengan Serbia Montenegro. Pun begitu, akhirnya Serbia dan Montenegro berpisah usai berkiprah di Piala Dunia 2006 di Jerman.

Selepas bercerai dengan Montenegro, timnas Serbia sukses lolos ke putaran final Piala 2010 di Afrika Selatan. Sialnya, mereka langsung tersingkir di babak penyisihan grup. Kini, ujian sesungguhnya bagi sang juara grup tersebut, akan tersaji di Rusia nanti tentang kepantasan mereka lolos ke World Cup.(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help