Besok dan Senin, Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang di Sinabang

Jadwalnya yaitu hari ini, Sabtu (19/5/2018) di Pasar Pajak Inpres, dan Senin (21/5/2018) di Jalan Raja Kamil, Simpang Lima.

Besok dan Senin, Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang di Sinabang
KOMPAS.COM
Gedung Bank Indonesia 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bank Indonesia Perwakilan Aceh dijadwalkan akan membuka layanan kas keliling di Kota Sinabang selama dua hari.

Jadwalnya yaitu hari ini, Sabtu (19/5/2018) di Pasar Pajak Inpres, dan Senin (21/5/2018) di Jalan Raja Kamil, Simpang Lima.

Pembukaan kas keliling yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu untuk melayani masyarakat yang ingin menukar uang.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis kemarin mengatakan, pembukaan layanan kas keliling di Sinabang dalamrangka memenuhi kebutuhan uang rupiahyang cukup dan layak edar di masyarakatSinabang dan sekitarnya.

Dalam penukaran itu, BI menyediakan pecahan uang kertas Rp 1 ribu, Rp 20 ribu, serta uang logam Rp 1 ribu dan Rp 2 ribu.

Baca: Saat Pemegang Obligasi Pesawat Tagih Utang ke Bank Indonesia, Malah Dibilang ‘Terlambat Datang’

Selain melayani masyarakat, layanan kas keliling tersebut juga melayani penukaran kepada perbankan di Kota Sinabang.

Dengan kegiatan kas keliling ini, kata Zainal Arifin, diharapkan dapat mempercepat distribusi uang layak edar sekaligus menyerap uang tidak layak edar dari masyarakat di wilayah Kota Sinabang maupun Kabupaten Simeulue.

Dikatakan Zainal Arifin, kegiatan kas keliling tersebut merupakan bagian dari program Bank Indonesia dalam mengeluarkan dan mengedarkan uangrupiah untuk menjaga ketersediaan uang layak edar di masyarakat (clean money policy).

Baca: Meski Dilarang Bank Indonesia, Bitcoin Makin Marak dan Tetap Jadi Incaran Investor

Salah satu dengan mengedarkan uang baru dan menarik uang lusuh.

Dalam kunjungan ke Sinabang itu, BI juga memanfaatkan untuk mensosialisasikan budaya 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)kepada masyarakat, guna menghindari uang palsu.

Serta melakukan budaya 3K (Kudapat, Kusimpan, Kusayang) dalam memperlakukan uang rupiah dengan baik, sehingga tidak cepat lusuh.

“Hindari perbuatan yang dapat membuat uang cepat rusak, seperti dilipat, diremas, di-staples, serta meletakkannya di tempat yang basah,” tandas Zainal Arifin. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help