Ramadhan 1439 H

Bisakah Pasien Gagal Jantung Berpuasa dengan Aman? Simak Penjelasannya

Pada pasien yang kondisinya memburuk disebabkan oleh ketidakdisiplinan mengikuti aturan pembatasan cairan dan garam

Bisakah Pasien Gagal Jantung Berpuasa dengan Aman? Simak Penjelasannya
Shutterstock
Ilustrasi serangan jantung 

SERAMBINEWS.COM - Dari 249 pasien, 227 pasien menjalani ibadah puasa selama Ramadhan. Peneliti mengamati kepatuhan peserta dalam membatasi cairan dan garam serta mengonsumsi obat sejak sebelum, selama, dan sesudah Ramadhan.

Hasilnya, 209 pasien (92 persen) tidak mengalami perubahan atau gejala gagal jantung membaik, sementara 18 pasien (8 persen) kondisinya memburuk.

Pada pasien yang kondisinya memburuk disebabkan oleh ketidakdisiplinan mengikuti aturan pembatasan cairan dan garam, juga kurang patuh mengonsumsi obat gagal jantung.

Baca: Selain Anwar Ibrahim, Ini 5 Pemimpin Negara yang Pernah Dipenjara

Baca: Sule Ungkap Hubungannya dengan Lina Sudah Baik-baik Saja

Baca: Gugur dalam Serangan Teroris, Ini Kisah Ustaz Somad Bertemu Ipda Auzar

"Pasien yang tidak mengikuti aturan selama Ramadhan itu disebabkan oleh kunjungan keluarga atau teman yang membawakan makanan dengan kandungan garam normal atau tinggi, dan mereka banyak minum dalam waktu singkat. Hal ini menyebabkan pergeseran cairan dalam tubuh," jelas Rami.

"Beberapa juga ada yang tidak disiplin dalam mengonsumsi obat. Ada pasien yang menghentikan atau mengurangi diuretik karena takut akan haus selama puasa. Ada pula obat yang semestinya diminum dua kali sehari, tapi mereka menghilangkan satu dosis atau meminum kedua dosis bersamaan," sambungnya

Dalam presentasinya, Rami menyarankan agar para dokter dapat memberikan obat yang dikonsumsi saat jam non-puasa.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Pasien Gagal Jantung Bisa Jalani Puasa dengan Aman, Asal..."

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help