Home »

Sport

La Furia Roja Datang untuk Menang

Mereka sukses mencatat sembilan kemenangan, dan satu kali draw. Hasil imbang diperoleh ketika El Matador terbang

La Furia Roja Datang untuk Menang

SEMPURNA! Itu kata paling tepat untuk menggambarkan kekuatan timnas Spanyol. Betapa tidak, 10 pertandingan babak prakualifikasi Piala Dunia 2018 dilakoni tanpa kekalahan. Mereka sukses mencatat sembilan kemenangan, dan satu kali draw. Hasil imbang diperoleh ketika El Matador terbang ke kandang Azzurri Italia, 1-1.

Spanyol boleh berbangga. Ya, mereka merupakan salah satu dari empat negara yang tak pernah merasakan kekalahan di fase penyisihan grup. Sementara tiga kesebelasan lain masing-masing The Three Lions Inggris, skuad bertabur bintang Belgia, dan juara bertahan Der Panzer Jerman.

Tak hanya sebatas itu, La Furia Roja–julukan timnas Spanyol–merupakan tim kedua tertajam dalam produktifitas gol selama babak prakualifikasi. Ingat! Tukang gedor Spanyol sukses melesatkan gol dengan agregat 36-3. Boleh jadi, mereka hanya kalah tajam dari lini depan timnas Belgia. Karena punggawa Belgia berhasil melesakkan 40 gol ke jaring lawannya.

Lalu, bagaimana kans Spanyol di Piala Dunia kali ini? Tak bisa dipungkiri, kalau tim besutan Julen Lopetegui tetap berada di dalam daftar favorit juara. Sejumlah rumah taruhan di Benua Eropa langsung memasukkan mereka bersama juara bertahan Jerman, Brasil plus Perancis yang berpeluang menjadi kampiun.

Bagaimanapun, kehadiran Tim Tango di Negeri Beruang Merah tentu saja membawa misi berat. Bukan rahasia lagi, kalau Spanyol ingin mengembalikan kehormatan, dan ketangguhan di pesta akbar empat tahunan tersebut. Apalagi, sebelumnya mereka sukses mengawinkan titel juara Piala Dunia, dan Piala Eropa. Menyamai Les Bleus Perancis kala era Laurent Blanc dkk.

Pada Piala Dunia 2010 di Afrika, Spanyol berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan Belanda di partai puncak. Ironis, empat tahun kemudian di Brasil, Gerard Pique dkk langsung tersisih di babak pertama. Di luar dugaan, Spanyol harus finish di peringkat ketiga di bawah Nigeria, dan Paraguay.

Dari tiga pertandingan dilakoni di Benua Amerika Latin kala itu, Spanyol hanya mengantongi nilai empat. Di partai perdana, mereka langsung dipercundangi Nigeria, 3-2. Seakan sulit bangkit, La Furia Roja ditahan imbang Paraguay. Kemenangan telak atas Bulgaria di pertandingan terakhir, tak menyelamatkan mereka.

Singkat cerita, gelar kampiun harus mereka serahkan kepada Jerman di tahun 2014.

Ternyata, kepedihan publik Spanyol kembali berlanjut ketika bergulirnya Piala Eropa 2016. Datang dengan status sebagai juara bertahan Piala Eropa ke Polandia-Ukraina tahun 2012, La Furia Roja kembali terkapar. Memang, mereka berhasil lolos ke babak 16 besar, namun langkahnya terhenti. Lagi-lagi, gelar juara di Benua Eropa harus diberikan kepada anak anak Portugal yang datang dengan kegemilangan mega bintang Ronaldo.

Jika kilas balik ke belakang, maka era keemasan Spanyol tercipta pada tahun 2008 hingga 2012. Buktinya, Andre Iniesta dkk berhasil merebut dua kali gelar Piala Eropa pada 2008 di Austria-Swiss, dan 2012 di Polandia-Ukraina. Keberhasilan mereka semakin sempurna saat berjaya di Tanah Afrika dengan status juara Piala Dunia 2010.

Kunci sukses Sergio Ramos dkk merebut tiga gelar tak lain taktik permainan tiki-taka. Strategi tersebut ditopang dengan materi mumpuni dari tiro raksasa di La Liga, Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid. Kumpulan pemain dari tiga kesebelasan tersebut membuat Spanyol menjelma menjadi timnas menakutkan, dengan kualitas personal dan tim yang di atas rata-rata.

Di Piala Dunia Rusia, Spanyol bergabung di Grup B bersama juara Euro 2016, Portugal, Maroko, dan wakil Asia, Iran. Dari tiga calon pesaingnya, sepertinya hanya Portugal yang akan menjadi lawan sepadan bagi El Matador. Namun, itu perlu diwaspadai mengingat duel Spanyol versus Portugal menjadi partai pembuka grup ini.

Kegagalan di dua even terakbar sebelumnya harus dilupakan La Furia Roja. Kalau itu bisa dilakukan, David de Gea dkk memang masih pantas dijagokan. Kolaborasi Barcelona-Real Madrid-Atletico Madrid plus bintang Liga Primer akan menjadi momok yang menakutkan bagi para pesaingnya. Ingat! Kali ini, anak-anak Matador datang ke Rusia hanya untuk menang!(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help