Timun Suri Populer Selama Ramadhan

Timun kapur atau timun suri memang identik dengan suasana bulan Ramadhan, saban tahun di setiap bulan Ramadhan

Timun Suri Populer Selama Ramadhan
Seorang pedagang menjajakan timun suri di kawasan Pusat Pasar Langsa 

BANDA ACEH - Timun kapur atau timun suri memang identik dengan suasana bulan Ramadhan. Saban tahun di setiap bulan Ramadhan, timun suri selalu muncul membanjiri hampir setiap pasar di Aceh.

Buah ini termasuk salah satu buah yang paling banyak dicari masyarakat Aceh untuk dijadikan minuman berbuka puasa. Di Banda Aceh, timun suri dijual pada kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per buahnya.

“Setiap bulan puasa, timur suri banyak dijual di pasar, karena digunakan sebagai bahan campuran minuman untuk berbuka puasa,” kata seorang pedagang buah di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Aris, kepada Serambi, Kamis (17/5).

Ia mengaku memasok timun suri tersebut dari berbagai kabupaten. Di antaranya dari Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Jaya. Aris lantas menjual kembali seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per buahnya. “Ramadhan tahun ini, harga jualnya relatif murah karena pasokan barang cukup banyak,” imbuhnya.

Rata-rata pedagang dia sebutkan menyimpan stok timun suri antara 500 hingga 1.000 buah. Sementara jumlah pedagang yang menjual timun suri di Lambaro mencapai lebih dari 10 orang. “Makanya harganya pada minggu pertama puasa ini jatuh,” sebut Aris.

Sebagai perbandingan, pada Ramadhan tahun lalu, Aris menyebut harga timun suri dijual antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per buahnya.

Terpisah , Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir A Hanan MP, menjelaskan, tanaman timun suri masuk dalam jenis tanaman hortikultura atau buah-buahan. Tanaman ini banyak ditanam menjelang puasa Ramadhan.

Menurut Hanan, timun suri memiliki banyak manfaat, baik untuk kesegaran dan menambah kebugaran tubuh setelah seharian berpuasa. Di antara berbagai manfaatnya antara lain melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan, mengendalikan kadar gula, menurunkan kolesterol, dan lain-lain.

“Tanaman ini dibudidayakan secara swakelola mandiri oleh petani. Bibitnya mudah dibuat dan juga ada dijual di toko-toko tani,” ujarnya.

Timun suri biasanya di tanam di lahan persawahan yang sudah panen. Menunggu masuk musim tanam gadu, petani biasanya menanam timun suri, dengan harapan pada bulan puasa harganya bagus.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help