Luar Negeri

Warga Palestina Dilarang Bercerai Selama Bulan Suci Ramadhan, Ini Tujuannya

Otoritas Palestina secara resmi melarang warganya mendaftarkan kasus perceraian selama bulan suci Ramadhan berlangsung.

Warga Palestina Dilarang Bercerai Selama Bulan Suci Ramadhan, Ini Tujuannya
ANADOLU AGENCY/ASHRAF AMRA
SEJUMLAH warga Palestina memegang bendera Palestina saat mereka menggelar demonstrasi setelah "Great March of Return", yang diselenggarakan untuk menandai peringatan ke-42 "Land Day", menuntut hak untuk kembali dan penghapusan blokade di perbatasan Gaza-Israel di Khan Yunis, Gaza pada 12 April 2018. 

SERAMBINEWS.COM - Otoritas Palestina secara resmi melarang warganya mendaftarkan kasus perceraian selama bulan suci Ramadhan berlangsung.

Dilansir dari Middle East Monitor, Kamis (17/5/2018), hakim ketua urusan agama Mahmoud Al Habash menginstruksikan seluruh pengadilan di Palestina untuk tidak menerima kasus perceraian sampai berakhirnya Ramadhan.

Al Habash mengatakan, keputusan tersebut bertujuan untuk mencegah peningkatan jumlah perceraian selama Ramadhan.

"Beberapa suami mengambil keputusan yang terburu-buru dan tidak seimbang dalam bulan Ramadhan," katanya.

(Baca: Hari Paling Berdarah di Gaza, Pasukan Israel Melukai 2.700 dan Tewaskan 55 Warga Palestina)

(Baca: Ulama Palestina Safari Ramadhan di Aceh)

Dia menambahkan, faktor kelaparan dan kegelisahan karena tidak merokok saat puasa meningkatkan ketegangan di kalangan keluarga, sehingga berakhir dengan perceraian.

"Kasus lain juga disebabkan oleh masalah dalam keluarga mereka, seperti karena kurang makan atau merokok," imbuhnya.

Namun, Al Habash menyatakan, hakim masih mungkin melakukan sidang mediasi untuk kasus perceraian selama bulan suci.

Pada tahun lalu, pengadilan di Palestina juga mengeluarkan aturan yang sama, mengingat tingginya angka perceraian yang diajukan.

Al Jazeera melaporkan, sebanyak 50.000 pernikahan tercatat di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2015, tapi lebih dari 8.000 kasus perceraian terdaftar di pengadilan.

Pengangguran dan kemiskinan menjadi faktor utama yang berkontribusi pada perceraian.

(Baca: Kalah di Pemilu, Rumah Mantan PM Malaysia Najib Razak Digeledah, Puluhan Koper Uang Tunai Disita)

Tak ada pernikahan atau perceraian secara sipil di wilayah Palestina, sehingga pengadilan agama mengambil alih urusan tersebut.

Angka perceraian di Jalur Gaza menurun 3,5 persen pada 2017.

Sementara, jumlah pernikahan juga merosot 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Palestina Dilarang Bercerai Selama Ramadhan

Editor: Zaenal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help