Menikmati Gegap Gempita Kehidupan Penduduk di Pulau Balai

PULAU Balai, ibukota Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, menjadi persinggahan pertama jika berkunjung

Menikmati Gegap Gempita Kehidupan Penduduk di Pulau Balai
Pulau Balai, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Jumat (11/5) 

PULAU Balai, ibukota Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, menjadi persinggahan pertama jika berkunjung ke objek wisata gugusan Kepulauan Banyak. Lantaran hanya menjadi tempat persinggahan, banyak wisatawan seolah luput menikmati keindahan pulau yang dihuni sekitar 1.874 jiwa itu. Pengunjung mayoritas langsung menuju destinasi wisata yang utama.

Umpamanya Pulau Palambak, Rangit, Ujung Lolok, Sikandang, Tailana dan gugusan pulau lainnya yang sesuai namanya Pulau Banyak, karena terdiri atas banyak pulau. Padahal Pulau Balai, juga memiliki daya tarik wisata yang tak kalah menawan. Cukup dengan berkeliling Pulau Balai, pengunjung sudah bisa menikmati panorama alam khas kepulauan serta wisata kuliner yang hanya bisa didapat di sana.

Pengunjung juga bisa mandi air laut sambil menikmati sunset di sekitar pelabuhan feri. Menjelang senja mata hari seolah masuk ke pucuk daun kelapa yang menghiasi Pulau Panjang, sebelum tertelan air laut. Sebaliknya sunrise, dapat dilihat di dermaga tradisional sambil menikmati semilir angin pantai dan riak air laut biru toska akibat lalu lalang perahu nelayan.

Di Pulau Balai juga terdapat lokasi berfoto, yaitu jembatan melengkung rangka baja. Jembatan penghubung Pulau Balai dengan Teluk Nibung itu, telah menjadi ikon wisata kendati belum bisa difungsikan. Di ibu kota Kecamatan Pulau Banyak tersebut terdapat nama pantai yang mengingatkan pada negara adi kuasa, yaitu Ujung Amerika.

Konon asal muasal dinamai Ujung Amerika, lantaran dahulu ada kapal perusahaan Amerika Serikat yang melakukan penelitian potensi minyak dan gas (Migas). Hal ini diperkuat dengan adanya pipa migas di sekitar Pulau Palambak. Bagi yang hobi memancing, laut di sekitar Pulau Balai, merupakan lokasi yang boleh dicoba untuk merasakan sensasi betotan ikan kakap.

Berkunjung ke Pulau Balai, rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi kuliner. Mulai dari ikan bakar segar dengan sambal tumbuk asam jeruk. Kemudian kepiting, lobster, sup tripang serta aneka kuliner lainnya. Belum lagi gelang dan cincin kayu laut dapat menjadi oleh-oleh yang dapat dibawa pulang.

“Kehidupan di Pulau Balai, tidak pernah sunyi walau sudah dini hari lantaran menjadi pusat penampungan ikan nelayan,” kata Anwar nakhoda speed boat yang bisa mengantar wisatawan ke Pulau Banyak, Sabtu (12/5).

Bila Anda berkesempatan liburan, maka mengunjungi Pulai Balai adalah pilihan yang tepat. Anda akan menikmati wisata bahari sambil merasakan gegap gempita tinggal dalam kehidupan penduduknya yang ramah dan bersahaja.(dede rosadi)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help