Anwar Ibrahim Datang ke Indonesia, Penuhi Undangan Habibie untuk Peringati 20 Tahun Reformasi

Anwar mengatakan kedatangannya ke Indonesia itu berdasarkan undangan Habibie untuk memperingati 20 tahun reformasi Indonesia.

Anwar Ibrahim Datang ke Indonesia, Penuhi Undangan Habibie untuk Peringati 20 Tahun Reformasi
Anadolu Agency/Erric Permana
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memeluk mantan Presiden RI ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie dalam kunjungannya ke Jakarta pada Minggu, 20 Mei 2018. 

Anwar dua kali merasakan dinginnya penjara di bawah kepemimpinan dua perdana menteri Malaysia yang berbeda. Pada 1998, Anwar yang kala itu menjabat sebagai wakil perdana menteri untuk Mahathir, dipecat dan dipenjara dengan tuduhan sodomi dan korupsi.

Keluar dari penjara pada 2004, Anwar membentuk Pakatan Rakyat – yang kemudian menjadi gerakan Pakatan Harapan – untuk menentang koalisi Barisan Nasional pimpinan Mahathir Mohamad. Gerakan ini sukses menumbangkan Barisan Nasional pada pemilu 2008 dan 2013.

(Baca: Ini Enam Usulan Indonesia untuk Dorong Palestina Merdeka, Dibacakan Wapres JK di KTT OKI)

Pada 2015, ketika Najib Razak menjadi perdana menteri, Anwar kembali dikirim ke penjara atas tuduhan sodomi, yang terus dibantah olehnya.

Anwar menegaskan Mahathir dan Najib terus mengirimnya ke penjara untuk menjauhkannya dari dunia politik.

Minta Hakim Independen Selidiki Kasus Korupsi Najib

Masih dalam kesempatan yang sama, Anwar Ibrahim juga meminta Perdana Menteri Malaysia yang baru Mahathir Mohammad untuk menindaklanjuti kasus penyelidikan dugaan korupsi Najib Razak secara independen.

Anwar Ibrahim mengatakan sudah menyampaikan permintaan tersebut beberapa hari yang lalu.

Anwar berharap pemerintahan baru ini dapat independen, tidak seperti pemerintahan periode PM Najib Razak.

“Jangan tekan dan jangan menghukum sebelum kita melakukan penyelidikan yang rapi dan mengikuti jalur hukum jangan ulangi apa yang mereka lakukan ke saya,” ujar Anwar Ibrahim.

(Baca: Ini Tujuan Istri Najib Minta Polisi Malaysia tak Bocorkan Data Tas Mewah, Perhiasan dan Uang Tunai)

(Baca: Kalah di Pemilu, Rumah Mantan PM Malaysia Najib Razak Digeledah, Puluhan Koper Uang Tunai Disita)

(Baca: Aula Andika Fikrullah, Anak Tukang Sayur yang Lolos Beasiswa ke AS Setelah 53 Kali Gagal)

Dia pun berharap hakim yang akan mengadili kasus korupsi Najib Razak itu independen, bersih dan juga adil.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved