Ramadhan 1439 H

Kampung Acheh di Malaysia Undang Lima Imam dari Aceh, Menjaga Tradisi Indatu

Di kampung kelahiran Alm. Tan Sri Sanusi Junid itu, kelima imam asal Aceh ini bertugas mengimami ibadah shalat wajib lima waktu berjama'ah

Kampung Acheh di Malaysia Undang Lima Imam dari Aceh, Menjaga Tradisi Indatu
IST
Lima imam asal Aceh bersama pengerusi Kampung Aceh Management Centre (KAMC) di Yan, Keudah, Malaysia, Ramadhan 1439 H. 

SERAMBINEWS.COM - Kampung Acheh yang berada distrik Yan, Negara Bagian Kedah, Malaysia mengundang lima imam asal Aceh untuk mengisi berbagai kegiatan di bulan suci Ramadhan 1439 H (2018 M).

Kelima imam yang kini sudah berada di Kampung Acheh Yan, adalah Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA (Pimpinan Dayah Mini Banda Aceh), Tgk Teuku Darlis Yusuf Bukit Panjoe Nurussalam, Tgk H Tasqa Alaidinsyah Lc (Pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah asal Aceh Selatan), Tgk Azri Alawi/Masrianto (Guru Besar Pesantren Mardhatillah Subulussalam), dan Tgk Qawiyul Adli Hafidh (asal Sungai Raya Aceh Timur).

Tgk Umar Rafsanjani melalui pesan WA kepada Serambinews.com, Senin (21/5/2018) mengatakan, kehadiran lima imam untuk mengisi kegiatan ibadah Ramadah di satu kampung, merupakan sesuatu yang baru.  

Karena biasanya pada satu masjid atau surau di Malaysia hanya diundang satu atau dua imam untuk mengendalikan segala kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan.

Mengutip keterangan Cek Gu Abdul Rahman, Ketua Panitia (JKK) Kampung Acheh Yan, keputusan mengundang lima imam dari Aceh sekaligus, bertujuan untuk memberi semangat keacehan baru bagi mereka, seiring dengan berubahnya suasana kepemimpinan baru di negara jiran tersebut.

"Program ibadah kita untuk tahun ini sangat banyak sekali, karena semua anak/cucu kita pulang ke kampung, maka kita perlu kepada tenaga ahli yang banyak untuk menghendelnya" tutur Cek Gu Rahman dikutip Tgk Umar Rafsanjani.

(Baca: VIDEO: Melihat Lebih Dekat P Ramlee, Seniman Malaysia Berdarah Aceh)

(Baca: Menteri Agama Minta Maaf Usai Rilis 200 Nama Mubalig, Ustaz Ini Minta Namanya Dicoret)

Di kampung kelahiran Alm. Tan Sri Sanusi Junid itu, kelima imam asal Aceh ini bertugas mengimami ibadah shalat wajib lima waktu berjama'ah, memimpin shalat tarawih, qiyamullail, memimpin shalawat, tadarusan.

Selain itu, mereka juga memberikan ceramah singkat dengan menggunakan bahas Aceh, di sela sela raka'at tarawih dan setelah shalat shubuh di masjid dan meunasah Kampung Aceh itu.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga datangnya Idul Fitri 1439 H. “Ketika datangnya lebaran nanti kami diminta untuk memimpin shalat Ied dan khatib Idul Fitri juga,” kata Tgk Umar.

Menurutnya, shalat Tarawih di Kampung Acheh Yan ini sepakat dilakukan dengan jumlah 20 rakaat plus 3 rakaat witir.

(Baca: Ketika Sang Ayah Berpangkat Kopral Hormat ke Anaknya yang Baru Lulus Letnan, Bikin Terharu!)

Ini merupakan kebiasaan yang sudah turun temurun sampai kepada mereka yang merupakan generasi keempat keturunan Aceh saat ini.

“Ini bertujuan agar nilai nilai ibadah keacehan tempo dulu tetap terjaga utuh sesuai dengan amalan indatu Aceh yang hijrah ke kampung itu,” ujarnya.

Para imam itu semua ditempatkan di KEM KAMC (Kampung Aceh Management Centre) kampung itu selama sebulan penuh.

"Kami rasa sangat senang dan bahagia dengan suasana di kampung Aceh ini, karena terasa betul-betul sedang berada di Aceh. Semuanya berbicara bahasa Aceh, menu makanan juga khas Aceh, pokoknya serba Acehlah," ujar Tgk. Umar Rafsanjani.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help