Tafakur

Menuju Ketaatan

elama bulan suci Ramadhan, pikiran orang mengarah ke mana-mana. Di saat sebahagian orang mengarahka

Menuju Ketaatan
getty images
Ilustrasi seorang pemuda sedang membaca Alquran. 

Oleh: Jarjani Usman

“Shalat tidaklah bermanfaat kecuali jika shalat tersebut membuat seseorang menjadi taat” (HR. Ahmad).

Selama bulan suci Ramadhan, pikiran orang mengarah ke mana-mana. Di saat sebahagian orang mengarahkan pikirannya untuk beribadah dan merasa takut kalau-kalau ibadahnya tak diterima Allah, sebahagian yang lain mengarahkan pada usaha-usaha menumpuk kekayaan dalam rangka menyambut hari raya. Tak sedikit di antaranya malah melakukannya dengan cara-cara yang tak halal.

Padahal yang demikian beresiko buruk terhadap ibadah, terutama ibadah shalat. Meskipun sudah berlelah-lelah siang dan malam melaksanakan shalat, termasuk shalat sunat Tarawih, shalat bisa tidak makbul, seperti karena tidak mau berhenti dari berbuat maksiat dan mungkar.

Bahkan diingatkan oleh Imam Hasan al Bashri rahimahullah bahwa shalat termasuk ibadah yang dapat menghalangi pelaksananya dari berbuat maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangi diri kita dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya belum shalat.

Karena itu, yang lebih utama bagi setiap diri kita adalah bukan mencemooh dan bertengkar tentang jumlah rakaat shalat sunat yang dilakukan orang, tetapi memikirkan tentang shalat sendiri dan dampaknya terhadap ketaatan kepada Allah. Termasuk di antaranya sejauhmana shalat yang dilakukan mampu menghindarkan diri kita dari kegemaran mencemooh dan pertengkaran

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help