Tafakur

Mencari Riza Allah

Dalam hidup ini, banyak perbuatan dilakukan asal jadi karena kehilangan orientasi

Mencari Riza Allah

Oleh Jarjani Usman

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan tempat-tempat yang bagus di Surga ‘Adn. Dan kerizaan Allah adalah lebih besar. Itulah keberuntungan yang besar” (QS. At Taubah: 72).

Dalam hidup ini, banyak perbuatan dilakukan asal jadi karena kehilangan orientasi. Tak terkecuali dalam hal beribadah. Disebut asal jadi karena sebahagiannya dilakukan sekedar untuk menunaikan kewajiban saja, sehingga tidak fokus dalam meraih riza Allah.

Seperti kewajiban shalat yang tak sepenuhnya dihayati makna dari apa yang diucapkan, karena dilakukan dengan cara tergopoh-gopoh dan pikiran menerawang ke mana-mana. Di saat mengucapkan bacaan berisi doa agar diberikan jalan yang lurus, malah ingatan melayang kepada uang, makan-makan setelah shalat, dan sejenisnya.

Padahal kalau benar-benar dilakukan dengan orientasi untuk mencari riza Allah, maka akan berusaha memperbaiki setiap ucapan agar sesuai maknanya. Di saat mengucapkan doa agar diberikan jalan yang lurus seperti yang dilalui oleh orang-orang baik di zaman dahulu atau jalan kesesatan seperti yang dilalui oleh orang-orang sesat, maka akan benar-benar menghayatinya. Padahal penghayatan yang baik akan berpengaruh terhadap usaha memperbaiki diri di luar waktu shalat.

Karena itu, beramal atau beribadah perlu difokuskan untuk mencari riza Allah. Sehingga setiap ibadah yang dilakukan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help