Saat Mencari Istri yang Pergi Sejak Meugang, Warga Laweung Dibacok dan Dilempar Batu Hingga Pingsan

"Saat korban duduk di warung itu, tiba-tiba datang Thalib bersama keponakannya ke warung tersebut,"

Saat Mencari Istri yang Pergi Sejak Meugang, Warga Laweung Dibacok dan Dilempar Batu Hingga Pingsan
dailymail.co.uk
Ilustrasi 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Musa (30) warga Desa Papeun, Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie dibacok dengan parang dan dilempar batu.

Kejadian itu terjadi di sebuah warung kopi di Desa Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie, Jumat (18/5/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebelum kejadian, Musa duduk bersama Plt Keuchik Desa Meucat Teubeng di warung tersebut.

Musa menanyakan tentang keberadaan istrinya di desa tersebut. Sebab, istrinya itu telah meninggalkan rumah sejak meugang puasa.

Selain Plt keuchik, di warung itu juga adanya seorang polisi duduk bersama warga lainnya.

Musa datang ke warung itu dengan mobil Daihatsu Feroza.

"Saat korban duduk di warung itu, tiba-tiba datang Thalib bersama keponakannya ke warung tersebut," tukas Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi ST MM kepada Serambinews.com, Senin (21/5/2018).

Baca: Curhatan Rasyid Rajasa Usai Makamkan Istri, Semoga Kita Bertemu di Jannah, Selamat Jalan My Love

Lanjutnya, saat sampai di warung Thalib menarik parang di pinggangnya dengan menghayunkan ke arah Musa.

Thalib adalah mantan suami dari istri Musa.

Hayunan parang mengenai tangan kanan dan kaki Musa.

Kemudian korban dihantam pakai batu oleh keponakan pelaku yang menyebabkan Musa pingsan.

Seorang polisi meleraikan aksi pembacokan tersebut.

"Musa dalam kondisi berdarah di bawa ke RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli. Sementara pelaku diamankan polisi. Kasus itu kini ditangani Reskrim Polres Pidie," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help