Ramadhan Mubarak

Bek Nafsi-nafsi

KITA kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Sewajarnya kita bersyukur karena Ramadhan adalah bulan kesempatan

Bek Nafsi-nafsi
DOK.DPRA
Sulaiman Abda 

Oleh Drs. H. Sulaiman Abda, M.Si, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Aceh. Email: sabdaaceh@gmail.com

KITA kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Sewajarnya kita bersyukur karena Ramadhan adalah bulan kesempatan untuk berubah.

Satu kesempatan berubah yang sangat kita perlukan untuk menjadikan Aceh lebih baik lagi adalah mendidik laku kebersamaan atau persatuan kita.

Inilah modal yang belum kita miliki. Ini pula yang membuat modal APBA dan modal sumber daya alam dan sumber daya manusia kehilangan daya dorongnya untuk mewujudkan Aceh lebih baik lagi.

Bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi kita semua untuk merenungi, belajar, dan berlatih tentang kebersamaan dan persatuan.

Pesan-pesan pentingnya kebersamaan dan persatuan sudah mulai ada sejak menyambut Ramadhan hingga mengakhirinya dengan Idul Fitri.

Di Aceh, didikan kebersamaan sudah dimulai sejak hari meugang. Bersebab meugang, keluarga rindu berkumpul, sehingga yang merantau memilih pulang. Rumah tangga juga dengan senang hati berbagi masakan untuk tetangga, apalagi dengan keluarga yang papa.

Di malam-malam Ramadhan, meunasah dan masjid dipenuhi shalat Tarawih dengan bersama-sama. Imam pun selalu mengajak untuk meluruskan dan merapatkan shaf.

Sebuah ajakan yang mengandung pesan kunci, bukan hanya untuk kesempurnaan shalat, tapi juga untuk mencegah perselisihan.

Ramadhan memang bulan pengendalian diri dengan berpuasa, tapi pada saat yang sama diajak mengembangkan kepedulian sosial. Wajarlah Ramadhan digelari syahrul jud (bulan memberi) dan syahrul muwassah (bulan tolong menolong).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved