CJH Abdya yang Meninggal tak Bisa Diusulkan Pelimpahan Porsi ke Ahli Warisnya, Ini Alasannya

Sayangnya, porsi almarhum tidak bisa digantikan atau diusul pelimpahan porsi kepada ahli warisnya.

CJH Abdya yang Meninggal tak Bisa Diusulkan Pelimpahan Porsi ke Ahli Warisnya, Ini Alasannya
ist
Ilustrasi identitas jamaah haji yang meninggal. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Satu Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), meninggal dunia beberapa waktu lalu, bernama Azhar, warga Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.

Sayangnya, porsi almarhum tidak bisa digantikan atau diusul pelimpahan porsi kepada ahli warisnya.

Padahal, berdasarkan aturan pelimpahan porsi CJH yang meninggal dapat dilakukan kepada ahli waris. Seperti kepada istri atau suami dan anak atau atau menantu kandung.

Kepala Kankemenag Abdya, Drs H Arijal MSi melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Muhammad Yatim MA dihubungi Serambinews.com, Kamis (24/5/2018) menjelaskan, sudah melakukan proses pelimpahan porsi atas nama Azhar yang telah meninggal dunia.

“Ahli waris yang datang, setelah diproses tidak memenuhi persyaratan sebagai ahli waris, akhirnya pelimpahan porsi atas nama almarhum dilakukan seperti biasa,” katanya.

Baca: Satu Calon Jamaah Haji Abdya Meninggal Dunia, Tersisa 84 Orang

Lebih lanjut djelaskan bahwa CJH Kabupaten Abdya 2018 sebelumnya berjumlah 84 orang bertambah tiga sehingga menjadi 87 orang.

Pertambahan tiga CJH terdiri dua orang penggabungan anak dan mertua, yaitu Rahimah Abdurrahman Nyak Sam, Desa Kapung tengah, Susoh dan Zahara Yong Ketek dari Manggeng. Satu orang penggabungan suami/istri, yaitu Adnan Sulaiman Saleh, Desa Kuta Tuha, Blangpidie.

Sebenarnya, ada satu CJH yang mutasi masuk, Aja Nurullah Sayed Sulaiman (mutasi dari Lhok Seumawe), namun ada pula satu orang mutasi keluar, yaitu Zahara Yong Ketek (mutasi ke Meulaboh, Aceh Barat).

Jumlah CJH Abdya sebanyak 87 orang terdiri 31 laki-laki dan 56 perempuan. Mereka sudah melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibdah Haji (BPIH) 2018, tahap I sebanyak 84 orang dan tahap II sebanyak 3 orang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh telah menetapkan kelompok terbang (kloter) embarkasi Aceh dalam rapat 10 Mei lalu.

Penetapan kloter diputuskan melalui sistem qurah (undi) itu, CJH Kabupaten Abdya masuk kloter 9, bersama Aceh Selatan (121 CJH), Aceh Singkil (13), Gayo Lues (41), Nagan Raya (116), dan Kota Subulussalam (7 CJH).

Dibandingkan, jumlah JCH tahun 2017 lalu berjumlah 89 orang, maka CJH Abdya tahun ini menurun sebanyak dua orang. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved