Tafakur

Hidup Sementara

Perjalanan hidup yang dilalui manusia di dunia ini kenyataannya tidak seragam

Hidup Sementara

Oleh Jarjani Usman

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyrah: 6).

Perjalanan hidup yang dilalui manusia di dunia ini kenyataannya tidak seragam. Masing-masing memiliki sejarah perjalanan hidup, walaupun dilahirkan dari orang tua yang sama. Sebahagian orang sudah harus berhadapan dengan penderitaan dan penyakit di usia muda, di saat sebahagian yang lain tampil sehat dan gagah perkasa. Sebahagian orang dirundung kemiskinan dan harus berjuang keras untuk menghidupi diri setiap saat, di saat sebahagian yang lain menikmati kekayaan melimpah. Meskipun demikian, tak seorangpun boleh melupakan bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara.

Mengingat hidup di dunia ini sementara sepatutnya berdampak besar terhadap bagaimana menjalani hidup ini. Yang kaya tidak akan bermegah-megahan terhadap apa yang telah dan sedang diraih, karena bisa melupakan akhirat. Sedangkan yang miskin tak akan berputus asa karena tak mampu meraihnya, karena berputus asa adalah dosa. Bermegah-megahan dan berputus asa adalah dua sikap buruk yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang melupakan kesementaraan kehidupan dunia dan keabadian kehidupan akhirat.

Dalam hidup di dunia, kemiskinan juga bisa bersifat sementara dan berubah bila mau mengubahnya. Keadaan ini insya Allah bisa dicegah dengan mengubah pola hidup dan mengeksplorasi setiap potensi yang dititipkan Allah dalam diri kita masing-masing. Yakinlah bahwa setiap insan diberikan potensi besar, yang perlu ditemukan untuk dikembangkan untuk kehidupan yang lebih baik. Karena itu, bersungguh-sungguh belajar menemukan potensi diri dan mengembangkankannya sangat penting, sehingga kehidupan sementara di dunia pun akan dijalani dengan rasa optimis, bermakna dan dinikmati.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved