Ramadhan Mubarak

Mengawal NKRI

RAMADHAN merupakan bulan yang penuh berkah dan pahala, dimana kita umat Islam diwajibkan berpuasa

Mengawal NKRI
Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin S.H, S.IP, M.H. Panglima Kodam Iskandar Muda

Oleh Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin S.H, S.IP, M.H. Panglima Kodam Iskandar Muda

RAMADHAN merupakan bulan yang penuh berkah dan pahala, dimana kita umat Islam diwajibkan berpuasa. Puasa merupakan sarana latihan agar kita memiliki hati yang tulus dan ikhlas, memiliki kesungguhan, kemantapan serta kekuatan untuk mencapai keutamaan di mata Allah Swt. Oleh karena itu, marilah kita semua mengaktualisasikan hikmah Ramadhan ini ke dalam kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan, dengan menjunjung tinggi keimanan, guna mendukung keberhasilan tugas kita masing-masing.

Di sinilah letak strategis puasa dalam mengontrol hasrat. Ibadah puasa yang kita laksanakan juga dapat berdampak pada kokohnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Begitu juga dalam mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tugas seluruh rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia harus selalu bersatu mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Ancaman terhadap suatu daerah adalah ancaman terhadap seluruh bangsa Indonesia.

NKRI sekarang ini dapat diibaratkan seperti sesosok tubuh yang setiap saat digerogoti banyak macam penyakit. Saat ini penyakit radikalisme dan terorisme sedang menggerogoti negara Indonesia, yang tujuannya untuk memecah-belah keutuhan NKRI. Penyakit ini seperti tumor ganas yang dapat menghabisi kokohnya negara Indonesia, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok berkedok jihadis dengan menggunakan agama demi terpenuhi hasrat keingingnan kelompoknya.

Terkait upaya menjaga persatuan, Allah Swt berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103).

Ayat di atas menegaskan, bahwa semua umat manusia di bumi ini, apa pun latar belakangnya agar saling bersatu dan tidak bercerai-berai. Islam mengajarkan agar kita saling mengenal antarsesama manusia. Hal ini penting karena Allah telah menciptakan manusia secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Oleh karena itu, mari kita jadikan puasa kali ini, untuk terus saling mengendalikan, tidak saling membenci, terus menyuarakan toleransi, saling bahu-membahu membantu satu sama lain untuk ikut serta menjaga keutuhan NKRI. Sesungguhnya tidak ada agama yang membawa misi untuk menghancurkan kehidupan semua agama, kedamaian, kasih sayang dan cinta kasih. Namun demikian, aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Mapolda Riau menjelang Ramadhan tahun ini, merupakan satu wujud aksi terorisme yang tidak memiliki dasar dalam semua ajaran agama, terutama ajaran agama Islam. Begitu juga dalam bernegara, aksi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang terdapat dalam falsafah NKRI dan empat konsensus dasar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Aksi terorisme dan bom bunuh diri tidak lagi memilih waktu dan sasaran, bukan hanya aparat keamanan yang menjadi target, tetapi juga setiap tempat keramaian juga target kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme ingin menghancurkan dan meluluh-lantakkan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi ini, apa upaya yang harus kita lakukan untuk mengawal NKRI?

Tanggung jawab bersama
Mengawal NKRI bukan hanya tugas TNI/Polri, akan tetapi merupakan tanggung jawab dan peran serta seluruh komponen masyarakat. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain, sinergitas seluruh komponen masyarakat agar turut serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dapat mempertahankan keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia.

Untuk turut menjaga keutuhan MKRI perlu ditanamkan pendidikan nasionalisme bagi seluruh komponen masyarakat, seperti memberikan pendidikan Wawasan Kebangsaan dan Rasa Cinta Tanah Air yang dimulai dari sekolah tingkat dasar maupun menengah, pondok pasantren sampai dengan majelis keagamaan.

Selain itu masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang nilai-nilai dan semangat bela negara dengan menghidupkan kembali siskamling untuk menjaga keamanan lingkungan. Peran aktif warga dalam ketertiban dan keamanan lingkungan juga sangat diperlukan. Apalagi, kerja sama antarmasyarakat dapat memacu kekompakan dan saling peduli, dengan adanya kegiatan siskamling para warga tetap merasa aman, karena cegah dini dan deteksi dini dapat berjalan di lingkungannya.

Seluruh generasi penerus bangsa harus dapat mengerti dan memahami makna dari NKRI yang sesungguhnya, juga harus memiliki jiwa nasionalisme yang dapat membentengi atau memerangi apapun yang akan merusak dan menghancurkan kesatuan NKRI. Tidak hanya soal materi saja yang harus diajarkan, melainkan paham-paham tidak sesuai dan bertujuan untuk meruntuhkan NKRI juga harus diperkenalkan, sehingga mereka dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Pendidikan harus diberikan secara terus-menerus dan meningkat dari jenjang pendidikan yang ditempuh, supaya tidak terputus pendidikan tentang nasionalisme Negara kita. Pembinaan persatuan dan kesatuan juga harus kita lakukan di dalam diri kita, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara dengan menghormati dan menjunjung tinggi budaya, kearifan lokal, agama dan warna kulit. Perbedaan yang ada akan menjadi indah jika terjadi kerukunan, bahkan menjadi sebuah kebanggaan karena ini merupakan satu kekayaan bangsa.

Selain itu, sinergitas seluruh komponen masyarakat dengan FKUB dan tokoh agama sangat diperlukan dalam rangka memberikan ketenangan, pemahaman dan wawasan kepada umatnya agar tidak terjerumus pada tindakan yang memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa kita. Begitu juga komponen masyarakat harus senantiasa mengampanyekan toleransi beragama di tengah-tengah masyarakat. Jika sinergi ini tercapai maka Indonesia sebagai baldatun thayyibun wa rabbun ghafur akan terwujud.

Demikianlah tulisan ini yang mengemukakan tentang bagaimana kita mengawal NKRI di bulan suci Ramadhan, mudah-mudahan dapat berguna bagi seluruh komponen masyarakat dalam mengawal NKRI. Karena sebuah bangsa akan kuat jika rakyatnya bersatu. Seperti lidi, jika hanya satu akan mudah patah, namun jika bergabung diikat menjadi satu akan menjadi kuat, persatuan atau perpecahan yang akan mengancam keutuhan suatu negara tidak akan pernah terjadi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved