Elemen Sipil Gelar Refleksi 20 Tahun Reformasi

Massa dari sejumlah elemen sipil dan mahasiswa di Aceh Barat, Kamis (24/5) sekira pukul 16.00 WIB melancarkan aksi

Elemen Sipil Gelar Refleksi  20 Tahun Reformasi
kolase/Serambinews
Demo 20 Tahun Reformasi Ricuh 

MEULABOH - Massa dari sejumlah elemen sipil dan mahasiswa di Aceh Barat, Kamis (24/5) sekira pukul 16.00 WIB melancarkan aksi turun ke jalan di Bundaran Pelor Meulaboh. Massa berjumlah 50 orang lebih itu menyatakan aksi demo tersebut sebagai refleksi 20 tahun reformasi Indonesia.

Aksi demo itu mendapat perhatian masyarakat. Massa juga membawa pengeras suara dan kertas karton berisi berbagai tulisan dan dikawal aparat kepolisian.

Massa secara bergantian menyampaikan sejumlah tuntutan yakni penghapusan Perpu Ormas (Peraturan Pusat Organisasi Masyarakat), UU MD3 DPR RI dan soal MoU antara TNI dan Polri serta meminta stabilitas ekonomi yang melemah serta mendesak pembangunan insfrastruktur pendidikan yang layak dan merata.

Mahasiswa dan elemen sipil menyatakan momentum 20 tahun reformasi, beberapa cita-cita reformasi yang dulunya diperjuangkan bersama belum semuanya terealisasi dengan maksimal sehingga saat ini cita-cita tersebut hanya menjadi impian belaka.

“Di mana kondisi hari ini menjadi dasar pemikiran kita bersama bahwa reformasi telah dikhianati untuk kepentingan politik segelintir orang untuk mempertahankan kekuasaannya,” ujar Koordinator Aksi Nasrizal.

Dikatakannya bahwa seperti yang diketahui bersama perjuangan reformasi 20 tahun silam terjadi akibat gerahnya atau ketidakpuasan rakyat Indonesia terhadap kepemimpinan Orde Baru yang menyengsarakan rakyat.

“Kondisi ekonomi yang kian memburuk, supremasi hukum yang melindungi penguasa, tindakan KKN merajalela di tubuh penguasa dan antikritik sehingga melibatkan represif sebagai tameng untuk melindungi kekuasaan pada saat itu,” katanya.

Banyak pula korban meninggal dalam aksi menuntut reformasi dan menjatuhkan rezim Orde Baru. “Setelah 20 tahun reformasi kami melihat kondisi hari ini tidak jauh berbeda dengan kondisi 20 tahun silam,” ujarnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help