Menilik Keindahan Karya Sastra Melalui Pendekatan Stilistika

Karya sastra merupakan wujud dari hasil pemikiran manusia yang diciptakan untuk dinikmati dan diapresiasi.

Menilik Keindahan Karya Sastra Melalui Pendekatan Stilistika
IST
Penyair baca puisi menolak korupsi di MPR 

Oleh  Muhammad Iqbal, Penulis adalah Dosen Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Lhokseumawe.

Karya sastra merupakan wujud dari hasil pemikiran manusia yang diciptakan untuk dinikmati dan diapresiasi. Setiap pengarang memiliki cara tersendiri dalam mengungkapkan gagasan dan gambarannya untuk menghasilkan efek-efek tertentu bagi pembaca.

Kajian stilistika berperan untuk membantu menganalisis dan memberikan gambaran secara lengkap dalam pengungkapan gagasan itu. Sebuah cerpen memiliki banyak aspek untuk dikaji melalui berbagai pendekatan.

Cerpen dapat dikaji dari sisi manapun sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Beragam pula pendekatan yang dapat dipakai untuk menganalisis suatu karya sastra. Dalam hal ini, penulis menggunakan pendekatan stilistika untuk menganalisis keindahan dan kekhasan bahasa pengarang dalam cerpen Lelaki Cacat Itu karya Arafat Nur.

Berbicara sastra tidak terlepas daristilistika. Secara umum, stilistika mencangkupi diksi atau pilihan kata (pilihan leksikal), struktur kalimat, majas, citraan, pola rima, dan mantrayang digunakan seorang penulis dalam karya sastra (Sujiman 1993:13). Kajian stilitika dilakukan untuk mengkaji berbagai tanda-tanda kebahasaanyang digunakan oleh penulis, baik itu yang terdapat dalam unsur instrinsik dan ekstrinsik cerpen.

Tanda-tanda kebahasaan itu dapat berupa unsur fonologi, unsur leksikal, unsursintaksis, dan unsur bahasa figuratif. Dalam hal ini, penulis melihat stilistika mampu merelevansikan linguistik dengan karya sastra. Stilistika dapat menjelaskan interaksi yang rumit antara bentuk dan makna yang sering luput dari perhatian dan pengamatan para kritikussastra.

Sebab, kajian stilistika melihat unsurunsur bahasa yang digunakan untuk melahirkanpesan-pesan dalam karya sastra. Kajian stilistika berhubungan dengan pengkajian pola-pola bahasa dan bahasa itu digunakan dalam tekssastra secara khas. Atas dasar alasan itulah, relevansi linguistik dan karya sastra terlihatmelalui pendekatan stilistika.

Kajian stilistika dalam cerpen Lelaki Cacat Itu karya Arfat Nur fokus pada pemberdayaansegenap potensi bahasa melalui ekploitasi dan manipulasi bahasa sebagai tanda-tanda linguistik. Tanda-tanda linguistik itu meliputi diksi danmajas. Selain itu, kajian stilistika juga mengkaji pemanfaatan berbagai bentuk kebahasaan yang sengaja diciptakan oleh Arfat Nur dalamcerpennya sebagai media ekspresi gagasannya.

Arafat Nur merupakan salah satu sastrawanAceh. Beberapa karyanya telah beredar seantero. Penerbit pun telah menganggap Arafat Nur sebagai penulis yang produktif dan memiliki potensi yang besar untuk pembaharuan karyakarya sastra di Indonesia. Dari sudut pandang fungsinya, cerpen sebagai pembawa pesan moral. Cerpen Lelaki acat Itu memiliki esensi pesan moral yang bagus.

Penulis menyiratkan pesan moral pada setiap bagian unsur instrinsik, yaitu tokoh, alur, sudut pandang, dan latar. Bilamana keseluruhan itu dikumpulkan menjadi satu kesatuan, pembaca akan memperoleh satu kesatuan pesan moral yang tersemat pada unsur-unsur yang dimilikicerpen ini. Penulis temukan beberapa unsur stilistika dalam cerpen Lelaki Cacat Itu karya Arfat Nur, yaitu (1) penggunaan diksi (kesesuain dan ketepatan) dan (2) majas (personifikasi, smile, dan litotes).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved