Ramadhan Mubarak

Ramadhan Gemilang

RAMADHAN merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam sedunia. Bagi sebagian muslim

Ramadhan Gemilang
H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM. Wali Kota Banda Aceh

Oleh H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM. Wali Kota Banda Aceh

RAMADHAN merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam sedunia. Bagi sebagian muslim, untuk menyambut bulan suci tersebut perlu dilakukan persiapan-persiapan khusus lahir maupun batin. Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh telah mendeklarasikan visi “Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah”. Kegemilangan Banda Aceh akan terwujud maksimal apabila nuansa Ramadhan di ibu kota ini dapat dirasakan oleh seluruh warga maupun wisatawan.

Perintah puasa ditujukan kepada umat Islam yang beriman dengan tujuan agar menjadi pribadi yang bertakwa. Berbagai ibadah akan dilipatgandakan pahalanya di bulan Ramadhan ini, bahkan dalam bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasa Ramadhan dapat mendidik jiwa manusia untuk mencapai maqam takwa. Dengan keberkahan Ramadhan tersebut, berbagai program dan kegiatan dilaksanakan oleh masyarakat, khususnya warga kota Banda Aceh, sehingga dapat kita saksikan serba-serbi Ramadhan yang sangat menarik dan menggugah jiwa.

Keromantisan hamba Allah warga kota Banda Aceh dalam melakukan ibadah di bulan maghfirah ini menimbulkan keindahan tersendiri bagi Kota Banda Aceh. Siang Ramadhan diisi dengan aktivitas keagamaan, di samping kegiatan ekonomi yang terlihat lebih ramai dan semarak dibandingkan hari-hari biasanya. Demikian juga pada malam hari diisi dengan shalat Tarawih, qiyamul lail, tadarrus dan tadabbur Alquran, serta kegiatan keagamaan lainnya yang menjadi keunikan tersendiri.

Kota Banda Aceh dengan slogan “Kota Gemilang” juga akan dapat mencapai kegemilangannya secara total jika hikmah dan nilai-nilai ibadah Ramadhan dapat diaplikasikan dalam kehidupan umat muslim dan seluruh warga kota Banda Aceh di bulan-bulan lainnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Ramadhan adalah bulan latihan, dengan maksud latihan dalam segala aspek kehidupan. Maka tepat sekali jika Banda Aceh ingin menjadi “Kota Gemilang”, tentunya harus melalui berbagai latihan guna mencapai kegemilangan baik dalam bidang agama, ekonomi, pendidikan dan berbagai aspek lainnya.

Gemilang dalam bidang agama akan kita wujudkan apabila ibadah, nilai-nilai agama dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak aktivitas keagamaan baik secara individu maupun kolektif dapat kita lakukan dalam Ramadhan ini dan hendaknya dapat berlanjut ke dalam kehidupan di hari-hari berikutnya.

Ramadhan menjadi bulan pendidikan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Hidup manusia ini hendaknya tidaklah stagnan akan tetapi dinamis, bergerak menuju perubahan kepada hal-hal yang positif. Semua umat muslim harus memiliki spirit of change (semangat perubahan), sehingga roda kehidupan manusia seimbang antara dunia dan akhirat.

Semangat Ramadhan sebagai bulan pendidikan hendaknya kita terus menjadikan ramadhan sebagai ajang pelatihan, pendidikan seluruh elemen masyarakat. Dasar pendidikan yang harus ditanamkan kepada umat muslim sejak dini adalah akhlak karena Rasulullah saw diutus ke muka bumi ini juga untuk memperbaiki akhlak manusia. Islam memiliki model pendidikan yang sudah baku, yaitu pendidikan berbasis adab atau akhlak.

Jika pendidikan ini diterapkan, maka insya Allah akan terwujud generasi gemilang, dengan demikian Banda Aceh akan menjadi Kota Gemilang dalam aspek pendidikan. Akhlaqul karimah juga akan berdampak kepada perilaku dan tata kehidupan masyarakat dalam bidang lainnya. Umar bin Khathab ra berkata, Taaddabuu tsumma ta’allamuu (Beradablah kalian, kemudian berilmulah).

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at-Tahrim: 6).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat di atas, menyebutkan pernyataan Ali bin Abi Thalib ra dalam menjelaskan bahwa agar diri kita dan keluarga kita tidak masuk neraka, maka “Jadikanlah keluargamu beradab dan berilmu.” Model pendidikan berpola “beradab dan berilmu” itu kemudian diterapkan sepanjang sejarah umat Islam. Guru utama dan pertama adalah Nabi Muhammad saw. Beliau mendidik langsung para sahabat dengan model pendidikan berbasis akhlak.

Dengan model pendidikan ini, para sahabat Nabi saw kemudian menjelma menjadi satu generasi gemilang. Demikian juga halnya warga Kota Banda Aceh, hendaknya berupaya kembali kepada ajaran Islam yang kaffah, menginplementasikan sendi-sendi ajaran Islam secara komprehensif.

Ramadhan juga telah fenomena tersendiri dalam perekonomian Indonesia dan khususnya Kota Banda Aceh. Ketika sebagian besar masyarakat berpuasa dengan konsekuensi konsumsi makanan berkurang, justru permintaan bahan pangan dan pakaian melonjak. Masyarakat cenderung konsumtif dengan membeli makanan berlebih melampaui bulan-bulan biasa. Transaksi di tingkat masyarakat meningkat, yang tentunya berdampak positif bagi industri/usaha rumah tangga, mikro dan usaha kecil lainnya. Namun di sisi lain tingkat inflasi menjadi tinggi dan ini yang seakan sulit untuk ditekan.

Dengan timbulnya dampak positif bagi peningkatan perekonomian warga kota, kami tentunya mengharapkan agar semangat pengembangan perekonomian selama Ramadhan dapat terus dipertahankan untuk di luar Ramadhan. Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan dan jumlah pengangguran melalui berbagai usaha nyata, seperti pemudahan modal usaha melalui PT LKMS Mahirah Muamalah, melakukan peningkatan kapasitas angkatan kerja melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), dan bantuan peralatan kerja yang disalurkan melalui Baitul Mal.

Semoga warga Kota Banda Aceh khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya dapat menikmati manisnya bulan penuh rahmat, maghfirah dan ‘itqun minan nar ini secara maksimal. Ramadhan gemilang akan dapat kita capai apabila semua masyarakat saling menjaga, tolong-menolong dan bekerja sama agar keindahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua kalangan. Wallahu a’lam.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved