Tafakur

Salah

Setiap insan tak luput dari berbuat salah. Nabi Adam alaihissalam saja pernah melakukan perbuatan salah

Salah

Oleh: Jarjani Usman

“Keduanya (Adam dan Hawa) berkata ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi’” (QS. Al A’raf: 23).

Setiap insan tak luput dari berbuat salah. Nabi Adam alaihissalam saja pernah melakukan perbuatan salah dengan memakan buah yang terlarang. Sebagaimana disebutkan dalam al Quran, Nabi Adam bersimpuh di hadapan Allah seraya mengakui kesalahannya dan memohon ampun. Demikian juga sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab yang mengakui dirinya berpeluang berbuat salah, sehingga sempat berkata: “Orang yang paling aku sukai adalah yang menunjukkan kesalahanku” (Umar bin Khattab).

Kalau nabi dan sahabat Nabi bisa melakukan kesalahan, apalagi kita orang biasa, yang tentunya lebih banyak lagi melakukan kesalahan, baik karena kesengajaan atau ketidaktahuan. Namun sayangnya, banyak di antara kita yang tak mengakui diri melakukan kesalahan, sehingga tak mau juga memohon maaf.

Padahal dalam sebuah hadits juga dikatakan bahwa setiap orang berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah ialah yang mau bertaubat dari kesalahannya. Hal ini tentunya ada kaitannya dengan sifat manusia yang pelupa dan dikaruniai hawa nafsu. Usaha kita tentunya berusaha mengendalikan diri dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Dengan demikian, kita bisa lekas memohon ampun terhadap setiap kesalahan di luar kemampuan dalam mengontrol diri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help