Ustaz Abdul Somad Pilih Tampil di TV One dan Tolak TV Lain, Bukan karena Bayaran Tapi Ini Alasannya

Sayangnya Abdul Somad tetap membatasi dirinya tampil di TV, tak tergoda bayaran besar.

Ustaz Abdul Somad Pilih Tampil di TV One dan Tolak TV Lain, Bukan karena Bayaran Tapi Ini Alasannya
Tribun Timur
Ustadz Abdus Somad 

Alasan UAS akhirnya diungkap oleh salah seorang penulis di kompasina, Om Brill.

Melalui tulisannya yang dipublikasikan 26 mei 2018, dia mengungkap Faiz, Produser tvOne, menyebut UAS memilih TV-nya karena mudarat-nya lebih sedikit dibanding TV lain.

Berikut kutipan tulisan Om Brill:

 
"tvOne lebih sedikit mudaratnya dibanding tv lain," papar Faiz, Produser tvOne, ketika bertanya kenapa UAS memilih tvOne.

Padahal, lanjut Faiz, sebelum tvOne berhasil mendapatkan UAS, dai kondang yang popularitasnya mirip dengan almarhum KH Zainuddin MZ ini sudah lebih dulu tampil di Trans TV.

Saat itu beliau menjadi Ustadz tamu di acara Islam Itu Indah, mendampingi Ustadz Maulana. Selain di Trans TV, UAS juga sempat muncul di RCTI di acara Tabligh Akbar. Namun, di antara Trans TV maupun RCTI, UAS lebih memilih tvOne.

"Beliau merasa percuma, jika mengisi tausyiah di televisi yang cuma 1 jam, tetapi 23 jam selebihnya stasiun televisi tersebut menayangkan program yang banyak mudaratnya," ungkap Faiz lagi. 

Maksudnya, dari 24 jam siaran, tausyiah di televisi cuma 1 jam, sementara acara yang tak sesuai dengan ajaran agama (baca: Islam), ditayangkan di televisi tersebut selama 23 jam sisanya.

Acara seperti apa yang dimaksud UAS dengan mudarat? Antara lain kerap mengkampanyekan perzinahan lewat sinetron, pergaulan bebas, menampilkan artis pamer aurat, sering menyudutkan ulama dalam pemberitaan, dan hal-hal mudarat lainnya.

Baca: Lawatan Irwandi ke Jepang, Aceh Tuan Rumah Balap Pesawat Ekstrem Tahun 2020?

Baca: Polisi Bagikan Nasi untuk Warga yang Mengais Rezeki hingga Pagi dan tak Sempat Sahur Bareng Keluarga

Tentu, prinsip UAS tersebut patut dihargai. Betapa tidak, dai yang namanya tidak masuk dalam daftar 200 mubaligh rekomendasi Kementrian Agama (Kemenag) ini semata tidak ingin mengejar materi.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved