Lokasi Pasar Murah di Banda Aceh

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bekerja sama Bulog Aceh menggelar pasar murah

Lokasi Pasar Murah di Banda Aceh
WALI KOTA Banda Aceh, Aminullah Usman didampingi Kadisperindag Aceh, M Raudhi dan Kabulog Aceh, Basirun melayani pembeli di pasar murah Taman Sari, Banda Aceh, Selasa (29/5). 

* Mulai Kemarin hingga Jumat

BANDA ACEH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bekerja sama Bulog Aceh menggelar pasar murah lima kebutuhan pokok di lima lokasi di Banda Aceh, 29 Mei-1 Juni 2018. Kemarin, pasar murah ini dilaksanakan di Taman Sari yang diawali acara pembukaan oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kadisperindag Aceh, Muhammad Raudi, dan Kepala Divisi Regional Bulog Aceh, Basirun.

Selain itu, kemarin pasar murah juga dilaksanakan di halaman Masjid Jamik Kopelma Darussalam. Sedangkan hari ini, Rabu (30/5), di halaman Rusunawa Keudah, Kecamatan Kutaraja. Keesokannya Kamis (31/5), di halaman Masjid Jamik, Luengbata. Terakhir, Jumat, 1 Juni 2018, di halaman Kantor Camat Bandaraya.

Kadisperindag Aceh, Muhammad Raudi menyebutkan lima kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah ini adalah gula pasir, tepung terigu, dan beras. Harga masing-masing kebutuhan pokok ini tentu lebih murah dibanding harga pasar karena sudah disubsidi Pemerintah Aceh masing-masing Rp 2.500/kg. Begitu juga minyak goreng juga disubsidi Rp 2.500/liter. Sedangkan telur ayam disubsidi Rp 200/butir atau lebih murah Rp 6.000 per lembing dibanding harga pasar karena setiap lemping 30 butir.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh dan Bulog yang menggelar pasar murah di lima lokasi itu, sehingga sangat membantu masyarakat menengah ke bawah. “Agar semua masyarakat menengah ke bawah bisa membeli jatah kebutuhan ini di pasar murah, maka kita harapkan masyarakat menengah ke atas tidak membelinya, melainkan membeli di pasar umum atau supermarket,” harap Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog Aceh, Basirun menyebutkan penjualan lima kebutuhan pokok di pasar murah itu dibatasi untuk setiap pembeli. Gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng masing-masing pembeli dua kilogram, beras satu sak (10 kg), dan telur satu lemping (30 butir). Pembatasan ini karena total item barang yang dijual di pasar murah juga dibatasi.

“Misalnya gula pasir, minyak goreng dan beras, volume penjualan untuk pasar murah ini hanya sampai 7.000 kilogram, setelah itu stop. Begitu juga tepung sampai 6.000 kilogram dan telur sampai 31.500 butir, kemudian distop. Kebijakan itu kita lakukan, agar pedagang di pasar umum, yang menjual jenis barang yang sama, barangnya tetap laku,” ujar Basirun. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help