Ngaku Gegabah Soal E-KTP Berceceran di Jalan, Tjahjo Kumolo Mohon Maaf di Depan Karni Ilyas

Ribuan e-KTP itu berceceran di Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Bogor, Sabtu (26/5/2018).

Ngaku Gegabah Soal E-KTP Berceceran di Jalan, Tjahjo Kumolo Mohon Maaf di Depan Karni Ilyas
Kolase Tribun Jabar
Karni Ilyas dan Tjahjo Kumolo 

Ia menyatakan, beragam kritik itu bisa membuat pihaknya bisa lebih berhati-hati di waktu yang akan datang.

Tjahjo Kumolo sadar, dalam hal ini ada kelalaian dari staffnya. Namun, ia tetap mempertanggungjawabkannya.

"Saya bertanggung jawab bahwa ada staff saya yang gegabah dan lalai membawa barang sensitif walaupun itu rusak. Kok tidak menggunakan truk box, malah truk terbuka sehingga tercecer," ucap Tjahjo Kumolo

Baca: Kocak! Saking Ngantuknya Desta Nyungsep Saat Isi Acara Sahur

Baca: Alfian Tanjung Divonis Bebas, Peluk Anak dan Istri Sambil Menangis

 
Tjahjo Kumolo bahkan sempat memohon maaf kepada Karni Ilyas atas pernyataan yang akan diungkapkannya.

"Mohon maaf Pak Karni, empat tahun Pak Dirjen dan staff kan hidupnya bolak-balik ke KPK," jelas Tjahjo Kumolo.

Sebenarnya, Tjahjo Kumolo sempat keheranan barang yang rusak itu tak dimusnahkan.

Namun, Dirjen Dukcapil dan jajarannya merasa khawatir sewaktu-waktu kumpulan e-KTP itu diminta KPK sebagai barang bukti kasus korupsi e-KTP.

"Pak Menteri kami takut, kalau nantinya tidak hanya BPK, tapi KPK juga menanyakan bukti fisik blangko itu," kata Tjahjo Kumolo menirukan ucapan staffnya.

Baca: Di Balik Lemaknya Es Kepal, Ternyata Digemari Kawula Muda Untuk Penganan Berbuka Puasa

Baca: Masih Jadi Pertanyaan, Jika Pangeran Charles Naik Tahta Apa Gelar yang Akan Disandang Camilla

Oleh karena itu, Tjahjo Kumolo pun menyetujuinya.

Akhirnya, kumpulan e-KTP itu disimpan di gudang Kemendagri sebagai antisipasi.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved