Pansus DPRA Pantau Pembangunan Jembatan

Panitia Khusus (Pansus) II DPR Aceh, menyoroti pembangunan jembatan Abeuk Kumuta di Gampong Pulo Ulim

Pansus DPRA Pantau Pembangunan Jembatan
Pansus Dapil II DPR Aceh meninjau proyek penahan tebing sungai di kawasan Ie Leubeu, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Selasa (28/5). SERAMBI/ M NAZAR 

MEUREUDU - Panitia Khusus (Pansus) II DPR Aceh, menyoroti pembangunan jembatan Abeuk Kumuta di Gampong Pulo Ulim di Kecamatan Ulim, Pidie Jaya. Pada jembatan itu, pipa distribusi air PDAM yang melintasi jembatan telah dipotong seiring dengan adanya pengerjaan jembatan, namun hingga kini tak disambung kembali. Sehingga suplai air PDAM ke warga terputus.

“Sampai hari ini ratusan warga Ulim tak dapat menikmati air bersih dari PDAM karena pipanya dipotong dan tidak disambung kembali,” kata Sekretaris Pansus II DPRA, Abu Bakar Usman, saat memantau pembangunan jembatan Abeuk Kumuta, Selasa (29/5).

Pembangunan jembatan ini dibiayai dana Otsus tahun 2017 sebesar Rp 1.487.190.000 yang dikerjakan sejak Juni 2017. Ia pun meminta

rekanan pelaksana CV Aura Global Aceh yang telah memotong pipa milik PDAM, agar segera melakukan penyambungan pipa agar air PDAM bisa kembali terdistribusi.

Sementara itu, anggota Pansus lainnya, Tgk Dahlan Jamaluddin SIP, juga mengkritik pembangunan jembatan Prestress Krueng Kiran di Kecamatam Jangka Buya, Pijay yang tidak sesuai spesifikasi. Padahal kegiatan pembangunan tersebut menghabiskan dana Rp 4,602.000.000 dana Otonomi Khusus (Otsus) 2017.

“Kedua sisi sayap oprit (Abutmen) timbunannya turun beberapa sentimeter akibat sebelumnya tidak dilakukan pemadatan dan langsung diaspal,” katanya. Ia juga meminta rekanan pelaksana, PT Bumi Pasir Mas untuk memadatkan kembali tinbunan oprit tersebut.

PPTK proyek tersebut, Hamdani ST MT, Selasa (29/5) mengatakan segera menindaklanjuti persoalan ini. Khususnya terkait penyambungan pipa air bersih PDAM di jembatan Ulim, serta pemadatan timbunan oprit pada kedua sisi sayap jembatan Krueng Kiran.

Nelayan di Kembang Tanjong, Pidie, juga menyampaikan keluhan kepada Tim Pansus Dapil II DPR Aceh yang meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jeumeurang, Kembang Tanjong, Pidie, karena dermaga TPI tersebut dibangun tanpa dilengkapi bantalan karet (fender) untuk meredam benturan saat boat hendak bersandar di dermaga TPI itu.

“Akibat tak ada bantalan karetnya, boat kami rusak saat bersandar. Untuk menghindari kerusakan badan boat, kami terpaksa meletakkan ban bekas kendaraan di boat,” ungkap seorang nelayan di TPI Jeumeurang, kemarin, kepada Tim Pansus II DPRA yang dipimpin Tgk H Anwar Ramli.

Proyek TPI Jeumerang ini satu paket dengan pagar yang mengelilingi TPI tersebut, dengan sumber dana Otsus Kabupaten sebesar Rp 1,2 miliar tahun 2017. Panjang TPI 50x8 meter, sedangkan panjang pagar TPI 300 meter.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie, Tarmizi, yang ditanyai kemarin mengatakan, fender ini terlambat dipasang karena harus dipesan dari Surabaya. “Lima unit fender yang dipesan, saat ini sudah diterima Dinas DKP Pidie sejak dua minggu lalu. Namun belum dipasang karena kami masih mencari tukang yang mahir memasang fender tersebut. Kami usahakan dalam minggu ini fender itu akan dipasang,” ujar Tarmizi.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help