Pansus Kecewa Lihat Pasar Modern Abdya
Tim Panitia Khusus (Pansus) IX DPR Aceh meminta perencanaan dan pelaksanaan proyek Otonomi Khusus (Otsus)
BLANGPIDIE - Tim Panitia Khusus (Pansus) IX DPR Aceh meminta perencanaan dan pelaksanaan proyek Otonomi Khusus (Otsus) harus dilakukan secara matang dan profesional.
“Seharusnya setiap pembangunan strategis itu harus direncanakan secara matang, sehingga anggaran tidak sia-sia seperti ini,” kata Ketua Pansus IX DPRA Yunardi Natsir didampingi sejumlah anggota DPRA Hendri Yono, Hj Liswani, Tgk Syarifuddin dan Tgk Khalidi kepada Serambi, Senin (28/5).
Ia menyebutkan pihaknya kecewa melihat kondisi pasar modern yang terbengkalai tersebut, bahkan dikerjakan tidak secara profesional.
“Tentu kita sangat kecewa dengan kondisi seperti ini, seharusnya setiap pembangunan harus fungsional, tidak terbengkalai seperti ini,” tegas politikus Partai NasDem tersebut.
Ia menyebutkan Pansus akan menyampaikan hasil temuan di lapangan kepada Pemerintah Aceh melalui dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti. Ia juga menegaskan pembangunan pasar modern tersebut dapat dilanjutkan guna mengatasi kesemberawutan dan kemacetan Pasar Blangpidie.
“Saya tidak tahu apakah ini melalui proses kajian-kajian. Karena posisinya sangat dekat dengan sungai,” sebutnya seraya mempertanyakan kepada Kadis Perkim dan LH Abdya, Firmansyah ST yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Ia berharap Pemerintah Aceh agar anggaran Silpa Otsus 2017 harus dikembalikan ke Abdya karena anggaran pembangunan Pasar Modern itu lahir sebelum adanya Qanun Nomor 10 tahun 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi serta Penggunaan Dana Otonomi Khusus.
“Jangan terlalu lama mengendap, kalau masalah proses hukum, ya proses hukum itu terlepas, tapi kita menginginkan uang itu bisa dimanfaatkan dan dikelola sepenuhnya oleh Kabupaten Abdya,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, setiap pembangunan strategis dan prioritas pemerintah harus dikerjakan perusahaan memiliki pengalaman dan memiliki keuangan cukup. “Jika dikerjakan oleh pihak profesional tentu tidak ada pembangunan yang terbengkalai setiap pertukaran kepala daerah,” sebutnya.
Sementara itu anggota DPRA Hendriyono juga meminta agar setiap pembangunan harus bermanfaat untuk masyarakat, sehingga tidak menjadi bangunan tua yang tidak berfungsi. “Harus ada perencananan yang cukup matang, sehingga uang tidak sia-sia. Kita berharap ini bisa dilanjutkan,” katanya.
Selain meninjau Pasar Modern Abdya, Pansus IX juga meninjau pembangun breakwater, pengaman tebing Pantai Jilbab, rehab Bandara Kuala Batu dan pengadaan alat di SMK 1 Abdya.(c50)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-pansus-ix-dpra-yunardi-natsir_20180530_091805.jpg)