8 SPBU Layani Pembayaran Nontunai

Sebanyak delapan SPBU di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, kini sudah melayani pembayaran secara nontunai.

8 SPBU Layani Pembayaran Nontunai
Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yufrizal, disaksikan Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad meneken piagam dukungan terhadap program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), yang berlangsuing di gedung BI setempat, Kamis (31/5).SERAMBI/SAIFUL BAHRI 

LHOKSEUMAWE - Sebanyak delapan SPBU di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, kini sudah melayani pembayaran secara nontunai. Bahkan, bila bertransaksi dengan jumlah tertentu bagi pengendara sepeda motor atau mobil, maka akan mendapatkan hadiah.

Pembagian hadiah ini hanya berlaku selama berlangsungnya ‘Pekan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)’ yakni hingga 8 Juni 2018. Sedangkan launching ‘Pekan GNNT’ berlangsung di Gedung Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Kamis (31/6) siang, yang ditandai dengan penandatanganan dukungan bersama Pemko Lhokseumawe, perwakilan berbagai bank, dan Pertamina.

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yufrizal menjelaskan, untuk tahap awal, delapan SPBU yang sudah siap melayani pembayaran secara nontunai adalah SPBU Sofyan Hasan (Kota Lhokseumawe), SPBU Alue Purba Raya (Kota Lhokseumawe), SPBU H Tarmizi (Cunda), SPBU Abad Jaya (Geurugok), SPBU Tuah Citra (Alue Awe), SPBU Dharma Karya Sinergis (Blang Panyang), SPBU Mawaddah (Batuphat), dan SPBU Paloh Lada (Krueng Geukueh).

Menurutnya, pemilihan SPBU sebagai pilot project penerapan GNNT atas pertimbangan kalau SPBU merupakan tempat perputaran uang terbesar di wilayah Kota Lhokseumawe, yakni mencapai Rp 80 juta sampai Rp 200 juta setiap hari. “Selain itu, pengisian BBM merupakan kegiatan yang rutin kita lakukan, sehingga sangat cocok untuk menjadi pilot project dalam hal membiasakan masyarakat melakukan transaksi secara nontunai,” ujarnya.

Ditambahkan, pihak BI mengucapkan terima kasih kepada BRI, BCA, Mandiri, BNI, dan BNI Syariah, yang telah mendukung implementasi GNNT di SPBU. “Kami mengundang bank-bank yang lain untuk bisa ikut berpartisipasi. Karena bank sebagai penyedia instrumen pembayaran nontunai memiliki peran yang vital dalam GNNT. Tanpa dukungan infrastruktur pembayaran yang memadai dari bank, tidak akan bisa terlaksana pembayaran secara nontunai,” demikian Yufrizal.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved