Lahan Pertanian Mengering

Sebelumnya, moratorium HGU ini pernah disuarakan koalisi LSM di Aceh Tamiang setahun lalu

Lahan Pertanian Mengering
Mongabay Indonesia / Junaidi Hanafiah
Hutan yang berubah menjadi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Sebelumnya, moratorium HGU ini pernah disuarakan koalisi LSM di Aceh Tamiang setahun lalu. LSM ini terdiri atas Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Forum Konservasi Leuser (FKL), Yayasan SHEEP Indonesia(YSI), LSM PESSAT, KEMPRA, KTNA dan Semai Foundation. Mereka meminta pemerintah melakukan moratorium HGU kebun sawit yang dinilai sudah diambang batas mencapai 60 persen dari luas Aceh Tamiang. Sehingga berdampak menghambat pembangunan dan menimbulkan masalah yang tidak terselesaikan di masyarakat. Selain itu, keberadaan perkebunan kelapa sawit juga menghadirkan persoalan baru di Aceh Tamiang seperti banjir, kekeringan, longsor, dan konflik sosial.

Koordinator Koalisi LSM Aceh Tamiang, Husaini ketika itu mengatakan, sejumlah lembaga di Kabupaten Aceh Tamiang yang tergabung dalam koalisi LSM peduli lingkungan Aceh Tamiang, mengusulkan kepada Bupati Aceh Tamiang agar menerbitkan instruksi bupati untuk jeda sementara penerbitan izin HGU baru perkebunan kelapa sawit. “Ada beberapa alasan mendasar yang melatar belakangi morotorium ini,” ujarnya

Fakta di lapangan, tambah Husaini, selama ini perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di Aceh Tamiang telah melampaui ambang batas. Mereka mencaplok sekitar 60 persen lahan di AcehTamiang, sehingga mempersempit ruang berusaha warga dan menghambat pembangunan pemerintah. Dampaknya, masyarakat Aceh Tamiang akhirnya merambah hutan lindung untuk membuka lahan pertanian, sehingga kerusakan hutan semakin bertambah massif.

Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa terjadi krisis air di desa-desa yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit. Sehingga berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat karena harus membeli air dan terganggunya produksi pertanian disebabkan lahan pertanian mengering. “Kekeringan ini terjadi di Desa Wonosari, Harum Sari, Bandar Setia, Kecamatan Tamiang Hulu dan Desa Jambo Rambung, Kecamatan Bandar Pusaka,” ujarnya.(md)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help